EmitenNews.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Sabtu, (28/3) atau seminggu setelah Lebaran meninjau ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dari hasil pantauan terungkap stok bapok secara umum pasca-Lebaran mencukupi dan harganya terkendali.

“Berdasarkan pantauan kami ke teman-teman pedagang hari ini, pasokan bapok kita seperti beras, minyak, cabai, dan lain-lain cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi membeli stok berlebihan karena ketersediaan bapok saat ini aman,” kata Mendag.

Ia mengatakan, Kemendag terus memantau harga bapok setiap hari termasuk pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri. Kemendag bersinergi dengan pemerintah daerah melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memastikan pasokan tercukupi dan harga terus terkendali di seluruh wilayah Indonesia. Sinergi menjaga kecukupan pasokan juga dilakukan bersama asosiasi dan para pemasok.

“Kami tidak hanya memantau ke pasar langsung, tetapi juga berkoordinasi dengan teman-teman di daerah melalui kontributor untuk memantau harga di seluruh wilayah Indonesia melalui SP2KP. Ada sekitar 550 titik pasar yang dipantau dari 514 kabupaten dan kota. Jadi, perkembangan harga harian bisa dicek di SP2KP,” jelasnya.

Selain itu, Kemendag berkoordinasi dengan Perum Bulog dan ID FOOD untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bapok seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), gula pasir, dan MINYAKITA. “Minimal 35 persen distribusi MINYAKITA diserahkan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan seperti ID Food dan Bulog. Saat ini, distribusinya sudah lebih dari 35 persen,” ungkap Busan.

Sementara itu, Menko Zulhas turut menyampaikan kondisi bapok di Pasar Minggu dalam keadaan cukup dan harga terkendali. “Persediaan banyak. Beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak. Secara umum persediaan dan harga-harga terkendali,” kata Menko Zulhas.

Hasil pantauan menunjukkan adanya penurunan harga komoditas bapok dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu. Bawang merah tercatat turun sekitar 8–10 persen, cabai turun 3–20 persen, dan bawang putih turun hingga 16 persen. Bahkan, sejumlah komoditas di Pasar Minggu dijual di bawah Harga Acuan (HA) dan Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras medium Rp13.000/kg, beras premium Rp14.800/kg, cabai merah keriting Rp50.000/kg, dan cabai merah besar Rp50.000/kg. Secara nasional, harga bapok cenderung mengalami penurunan dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri 2025.

Khusus MINYAKITA, juga terjadi penurunan harga dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu sebanyak 7,5 persen. Pada periode tahun lalu, harga MINYAKITA mencapai Rp17.200/liter, sedangkan pada tahun ini harga dapat terjaga di Rp15.700/liter.

Kemudian, harga beras SPHP terpantau Rp12.500/kg, minyak goreng curah Rp22.000/liter, minyak goreng kemasan premium Rp15.000/liter, tepung terigu Rp12.000/kg, dan daging sapi Rp140.000/kg. Selain itu, harga gula pasir kemasan Rp19.000/kg, daging ayam ras Rp45.000/kg, telur ayam ras Rp32.000/kg, bawang merah Rp50.000/kg, cabai rawit merah Rp100.000/kg, dan bawang putih honan Rp40.000/kg.(*)