7 Saham Lepas Suspensi, 4 Ngegas ARA
Potret Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) tampak dari depan.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan tujuh saham yang sebelumnya disuspensi karena lonjakan harga.
Ketujuh saham tersebut yakni PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN), PT Damai Sejahtera Abadi Tbk. (UFOE), PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk. (ASHA), PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK), PT Diamond Citra Propertindo Tbk. (DADA), PT Tanah Laut Tbk. (INDX), dan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan bahwa pembukaan kembali perdagangan ketujuh saham tersebut efektif mulai sesi I, Jumat (10/10/2025).
“BEI tetap mengimbau seluruh pihak untuk mencermati keterbukaan informasi dari masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi,” ujarnya.
Pasca pembukaan suspensi, Saham NTBK dan TRIN tercatat melonjak tajam hingga ke batas atas harian atau Auto-Rejection Atas (ARA), masing-masing yakni NTBK naik 34,55% setara naik 38 poin di Rp148 dan TRIN melesat 24,75% naik 50 poin di Rp252. Sementara RISE juga turut melesat ARA di papan pemantauan khusus naik sekitar 340 poin setara 9,8% ke level Rp3.810 per saham.
Di sisi lain, UFOE dan ASHA justru terkoreksi cukup dalam, UFOE turun di harga terbawah harian atau Auto-Rejection Bawah (ARB) sedalam 14,69% turun 52 poin di Rp252 dan ASHA terkoreksi hingga 7,77% sedalam 8 poin menuju Rp95.
Saham INDX terpantau terkoreksi tipis 0,72% ke level Rp274 sedangkan saham DADA pada pembukaan perdagangan sempat meloncat ARA di Rp240 setara naik 34,83% namun berangsur turun di harga opening Rp178, stagnan di 0%
Sebagai catatan, saham INDX dan RISE resmi dan secara efektif Jumat (10/10) mulai memasuki papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA) selama satu pekan ke depan akibat sebelumnya terganjar suspensi tahap kedua.
Sementara itu, saham DADA justru sebaliknya secara efektif per Jumat (10/10) ini mulai terlepas dari notasi papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA) akibat likuiditas saham yang kini mulai membaik.
Related News
BEI–KSEI Bakal Kerja Ekstra, Rombak Rumusan Data Investor Imbas MSCI
OJK dan SRO Simak! Ini Solusi Agar Efek MSCI Tak Berkepanjangan
BEI Merongrong Minta MSCI Terapkan Equal Treatment di Bursa Lain
BEI Waspada! Indonesia Terancam Turun Kelas Jadi Frontier Market
BEI Ungkap Pernah Negosiasi Data Free Float dengan MSCI, Namun Gagal
OJK Tuntaskan Penyidikan Pidana Pindar Crowde Membangun Bangsa





