Ketentuan dan Tenggat Waktu Pelaporan
BEI menegaskan, kewajiban penyampaian laporan keuangan interim diatur dalam Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, khususnya:
Ketentuan III.1.1.5, yang mengatur batas waktu penyampaian laporan keuangan interim;
Ketentuan III.1.1.5.2, yang mengharuskan perusahaan mengajukan rencana audit atau limited review paling lambat satu bulan setelah tanggal laporan keuangan interim;
Ketentuan II.20, yang memperpanjang batas waktu pelaporan ke hari bursa berikutnya jika tenggat jatuh pada hari libur.
Selain itu, pelaporan wajib dilakukan secara elektronik sesuai dengan Surat Edaran BEI Nomor SE-00006/BEI/10-2019 tentang tata cara penyampaian laporan melalui sistem elektronik bursa.
Emiten Papan Akselerasi Tidak Wajib Lapor
BEI juga mencatat bahwa terdapat 44 emiten papan akselerasi yang tidak diwajibkan menyampaikan laporan keuangan interim. Beberapa di antaranya adalah PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS), PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH), PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO), PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH), dan PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE).
Selain itu, 50 penerbit yang hanya mencatatkan obligasi dan/atau sukuk juga tidak termasuk dalam kewajiban pelaporan triwulanan ini.
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025





