Akselerasi Proyek Pani, Merdeka Gold (MDKA) Ungkap Aksi Baru
:
0
Suasana area pertambangan emas Pani besutan Merdeka Gold Copper. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Merdeka Copper Gold (MDKA) mengeksekusi transaksi senilai Rp374,12 miliar. Transaksi afiliasi itu, melibatkan sejumlah entitas usaha perseroan. Yaitu, Merdeka Teknis Servis (MTS), Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), Gorontalo Sejahtera Mining (GSM), dan Pani Industri Nusantara (PIN).
MTS bertindak sebagai penyedia jasa kepada PETS bernilai Rp197,19 miliar, penyediaan jasa kepada GSM se besar Rp91,72 miliar, dan penyediaan jasa kepada PIN sejumlah Rp85,2 miliar. Jasa yang diberikan MTS kepada PETS berupa keberlanjutan dan lingkungan, layanan teknis, geosains, dan kegiatan konsultasi dan atau perencanaan lainnya.
Kemudian, MTS menghadirkan penyediaan jasa kepada GSM berupa keberlanjutan dan lingkungan, layanan teknis, geosain, manajemen aset/kesiapan operasional, tailing, dan kegiatan konsultasi, dan/atau perencanaan lain. Dan, terakhir MTS menyediakan jasa kepada PIN berupa keberlanjutan dan lingkungan, layanan teknis, manajemen aset/kesiapan operasional, tailing, dan kegiatan konsultasi dan/atau perencanaan lainnya.
Transaksi itu, diharap dapat memberi dukungan dan bantuan kepada PETS, GSM, dan PIN dalam pengembangan proyek emas Pani, sehingga dapat menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan. Tingkat kepercayaan dan transparansi tinggi dalam hubungan afiliasi memungkinkan perseroan menjaga kontrol, menyelaraskan tujuan bisnis, dan memaksimalkan jasa demi pendapatan tujuan strategis bersama.
Selanjutnya, transaksi tersebut dapat mengoptimalkan kinerja entitas afiliasi sehingga memberi dampak positif bagi perseroan secara keseluruhan, yang pada ujungnya akan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan secara tidak langsung.
Nah, serangkaian transaksi lintas entitas usaha yang melibatkan MTS, PETS, GSM, dan PIN tersebut menurut kantor jasa penilai publik (KJPP) Iskandar & Rekan adalah wajar. (*)
Related News
Indosat (ISAT) Bagi Dividen Segini, Setara Rp3,58 Triliun
Kebut Pusat Data, DCII Tarik Fasilitas Kredit Jumbo dari BCA
Rugi Bengkak 101,75 Persen, PBRX Defisit USD280 Juta
Hunian Rp50 Miliar ke Atas Tetap Diburu, Ini Buktinya
Perbaikan Kinerja Berlanjut, Laba Bank Neo (BBYB) Meningkat Tajam
Kinerja Q1-2026 Catat Rekor, TPIA Ubah Peta Industri Asia Tenggara





