EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (25/7) diprediksi bergerak bervariasi. Indeks terlihat cenderung melanjutkan penguatan pekan lalu menjelang Forum Open Market Committee (FOMC) pekan ini.
Selain itu, saham-saham komoditas mulai mengalami kenaikan dapat menjadi pendorong Indeks. Indeks akan bergerak pada rentang support 6.860, dan resisten 6.940. ”Investor asing kembali net sell bisa merusak warna Indeks,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Senin (25/7).
Secara teknikal, Indeks masih di atas MA20 dan MA200. Dengan begitu, Indeks masih berpeluang untuk mengalami rebound. Namun, perlu diwaspadai karena Indeks membentuk gap up. Beberapa saham memiliki potensi naik perdagangan hari ini antara lain BFIN, TBIG, ESSA, MDKA, HRUM, BRMS, dan PTBA.
Akhir pekan lalu, Indeks parkir di zona hijau dengan menguay 0,33 persen menjadi 6.886. Penguatan itu, didorong beberapa saham teknologi. Beberapa sektor pendorong lonjakan indeks di antaranya teknologi surplus 2,86 persen, bahan baku dasar naik 0,21 persen, dan energi melesat 1,79 persen. Investor asing mencatat net sell Rp 470,29 miliar dengan saham-saham paling banyak di distribusi INCO, BBNI, dan BBRI.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street menutup perdagangan dengan fluktuatif. Pelemahan didorong data S&P Global Manufacturing PMI melemah, dan rilis laporan keuangan Snap Inc mengalami koreksi. Itu menyebabkan saham Snap Inc anjlok 39,08 persen.
Pagi ini, bursa Asia sudah diperdagangkan bervariasi. Di mana, indeks Kospi menguat 0,42 persen, dan Nikkei 225 melemah 0,60 persen. (*)
Related News
IHSG Rebound ke 7.106 Jelang Libur Panjang, Semua Sektor Menguat!
BSN Rangkul Ekosistem Properti Syariah Indonesia
Tekanan Mereda, IHSG Sesi I Bertahan Naik 1,14 Persen ke Rp7.102
Pefindo Patok Peringkat idA+ Untuk Obligsi Indah Kiat (INKP)
Wamen ESDM Cek Kesiapan Fuel Terminal Padalarang Pasok BBM Saat Mudik
IHSG Dibuka Naik 1,74 Persen di Perdagangan Terakhir Jelang Lebaran





