Andalan Sakti (ASPI) Gonta-Ganti Calon Pengendali!
:
0
Manajemen berpotret pada papan nama perusahaan. Foto: Dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - PT GMP Group Investama mengumumkan rencana pengambilalihan saham mayoritas pada emiten properti PT Andalan Sakti Primaindo Tbk.(ASPI).
Perusahaan holding dan perdagangan material bangunan asal Banyuasin, Sumatera Selatan ini membidik posisi sebagai pemegang saham pengendali baru.
Direktur Utama PT Andalan Sakti Inti Tbk. (ASPI), Suwandi Ndotopradono dalam surat resminya Jumat (10/7/2026) menyampaikan keterbukaan informasi terkait rencana pengambilalihan saham.
"Kami informasikan bahwa PT GMP Group Investama, berencana untuk mengambil alih saham PT Andalan Sakti Inti sebanyak 51,18% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan atau setara dengan 349.995.000 saham yang dimiliki oleh Penjual," tulisnya.
Sosok Baru Geser Posisi PT Hua Yuan New Energi Indonesia
Hal ini turut mengganti posisi calon pembeli sebelumnya, di mana dalam keterbukaan informasi ASPI Kamis (4/12/2025), diungkap bahwa sosok investor dan calon pengendali baru tersebut bukanlah PT GMP Group Investama melainkan, PT Hua Yuan New Energi Indonesia yang terafiliasi emiten PT Green Power Tbk. (LABA) itu.
Sementara, itu perlu diketahui bahwa Pengendali emiten ASPI saat ini masih dipegang PT Andalan Sakti Inti dengan posisi saham 51 Persen.
Direktur PT GMP Group Investama, Desvriany Susilo, menjelaskan tujuan akuisisi ini ialah sebagai berikut, "Tujuan dilaksanakannya rencana pengambilalihan ini adalah untuk menunjang strategi pengembangan usaha serta memperluas kegiatan bisnis pembeli sebagai bagian dari rencana ekspansi korporasi."
Seluruh saham yang akan diakuisisi tersebut saat ini dimiliki oleh PT Andalan Sakti Inti, selaku pemegang saham pengendali ASPI saat ini.
Sebelum pengumuman ini diterbitkan, GMP Group Investama tercatat belum memiliki kepemilikan saham, baik langsung maupun tidak langsung, di tubuh ASPI.
Related News
Sahamnya Anjlok 90% Lebih dalam Setahun, FILM & COIN Divonis UMA BEI
PGAS Sedot LNG Blok Masela USD7,34 Miliar
ARTO Cetak Laba Melonjak 49 Persen, Naik Menjadi Rp298M di Kuartal III
4 Anak Usaha TOWR Kantongi Perpanjangan Kredit Rp2 Triliun
Emiten Prajogo (TPIA) Buyback Rp2 Triliun via BCA Sekuritas
Emiten Aguan Raup Laba Naik 38,46 Persen, Efek iPhone 18 Pro Series?





