Apa Itu Saham Gorengan? Begini Cara Menghindarinya
:
0
ilustrasi papan perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Dok/EmitenNews
EmitenNews.com -Istilah saham gorengan menjadi sorotan pelaku pasar modal, setelah adanya peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
MSCI merupakan penyedia indeks global yang menjadi acuan utama investor institusi dunia, termasuk dana kelolaan raksasa seperti reksa dana global, dana pensiun, dan exchange traded fund (ETF).
Dalam pengumumannya, MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak mengimplementasikan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Selain itu, MSCI juga meniadakan kenaikan segmen ukuran indeks, termasuk migrasi saham dari Small Cap ke Standard. Hal ini diterapkan untuk memitigasi risiko turnover indeks dan risiko investabilitas.
"Sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan peningkatan transparansi yang lebih bermakna,” tulis pengumuman MSCI yang dirilis pada Selasa (27/1) malam.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan saham gorengan adalah pergerakan saham yang tidak mencerminkan keseimbangan permintaan dan penawaran dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Pergerakan harga saham gorengan lebih dipengaruhi oleh manipulasi pasar," papar Nafan saat dihubungi.
Nafan mencontohkan skema pump and dump yang kerap digunakan untuk mengerek harga saham secara cepat. Setelah harga naik, saham dilepas sehingga menimbulkan risiko kerugian bagi investor.
Ia menyebut saham gorengan umumnya memiliki likuiditas yang rendah. Kondisi tersebut membuat saham lebih mudah digerakkan oleh pihak tertentu.
Untuk menghindari saham gorengan, Nafan menyebut investor disarankan berpedoman pada indeks likuid BEI seperti IDX30 maupun LQ45.
Related News
IHSG Rebound 115 Poin, Tapi Masih Tertahan di Bawah 6.000
Enam Emiten Masuk Cum Dividen Hari Ini, Cek!
IHSG Sesi I, Saham Big Bank Kembali di Zona Hijau
IHSG Siang (25/6) Terbang 2,69 Persen, Seluruh Sektor Menghijau
Kementerian ESDM Belum Putuskan Besaran RKAB Nikel 2026
IHSG Pagi Memantul Naik ke 5.904 Usai Panic Selling Review MSCI





