Aset Terjaga, Pefindo Ganjar idAAA(sf) Sertifikat Efek Terbitan SMF
:
0
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). Foto: Dok
EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA(sf) untuk Kelas A Sertifikat Efek Beragun Aset Surat Pendapatan (EBA-SP) SMF-BTN06 yang diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.
Berdasarkan data cut-off 30 September 2026, total nilai keseluruhan kumpulan aset yang masih beredar tercatat sebesar Rp78,1 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas Rp23,8 miliar pada Kelas A dan Rp54,3 miliar pada Kelas B yang tidak diperingkat, atau merepresentasikan 8,6 persen dari total kumpulan aset awal sebesar Rp631,0 miliar.
Peringkat tertinggi ini mencerminkan profil aset sekuritisasi yang dinilai baik dengan rasio utang terhadap nilai jaminan atau loan-to-value (LTV) rendah. Selain itu, penguatan didukung oleh profil penyedia jasa yang kuat serta adanya penguatan kredit melalui Kelas B, excess spread, dan cadangan likuiditas.
Pefindo menyatakan bahwa pencapaian peringkat tersebut didasarkan pada laporan resmi yang dirilis lembaga pemeringkat pada Selasa (3/11/2026). Di sisi lain, Pefindo mencatat bahwa peringkat tersebut dibatasi oleh adanya porsi kredit kolektibilitas tidak lancar di dalam portofolio serta rasio cicilan terhadap penghasilan atau debt-to-income (DTI) di bawah rata-rata.
Dalam strukturnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) bertindak sebagai kreditur awal atau originator yang menjual 7.721 portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada SMF. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ditunjuk oleh SMF sebagai wali amanat dan bank kustodian.
Transaksi sekuritisasi ini didukung oleh profil perlindungan arus kas yang kuat melalui excess spread dan subordinasi Kelas B sebesar Rp54,3 miliar. Nilai tersebut melampaui kredit bermasalah yang beredar dari aset tersekuritisasi pada cut-off date yang tercatat sebesar Rp16,1 miliar.(*)
Related News
IHSG Pagi Kembali Dibuka Tertekan 1 Persen Lebih, Susuri Level 4.800
Pajak Digital Incar Transaksi Asing, Arsitek Cemaskan Biaya Software
Wall Street Rebound, IHSG Lanjut Tertekan
Waspada! IHSG Dekati Level 4.750
Rem Ekspor Bahan Baku, Pembangunan Smelter Dikaji Ulang
Waspada Tekanan IHSG Lanjut Hari Ini





