EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi dengan mayoritas menguat tipis. Itu seiring aksi beli investor pada saham sektor teknologi sembari menanti hasil pemilu sela untuk memperebutkan kursi DPR, dan Senat. Saham emiten Chip sebelumnya mengalami tekanan jual, kemarin kompak membukukan penguatan, Advance Micro Devices 3,65 persen, Broadcom 3,07 persen, Micron Technology 2,58 persen, dan Nvidia 2,29 persen.

Mengenai pemilihan sela untuk menentukan partai mana akan mendominasi DPR dan Senat mulai Januari 2027, pasar memprediksi partai Demokrat akan mengambil alih dominasi partai Republik di Senat dengan probabilitas mencapai 75 persen. Jika partai Demokrat menang baik di DPR maupun Senat, pasar meyakini hal tersebut akan membuka jalan dilakukannya penyelidikan dengan pengawasan terhadap Gedung Putih.

Di mana, hal ini cukup penting untuk beberapa sektor seperti pertahanan, kecerdasan buatan, dan layanan kesehatan. Koreksi mayoritas harga komoditas, aksi jual investor asing berlanjut, dan perkembangan dinamika politik dalam negeri diprediksi menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan dengan kisaran support 4.730-4.560, dan resistance 5.080-5.250.

Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Mitra Adiperkasa (MAPI), Indocement (INTP), Kalbe Farma (KLBF), Jasa Marga (JSMR), Wismilak Makmur (WIIM), dan PT Timah (TINS). (*)