Astra-YDBA Bersama Perindag Jabar, Konsisten Kembangkan IKM
:
0
Direktur Industri Kecil Menengah (IKM), CV Daya Reksa Presindo Binaan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Suherman (ketiga kiri) menunjukkan produk manufacturing yang diproduksinya kepada Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo (tengah); Sekretaris Pengurus YDBA, Ema P. Prasetio (kedua kanan); Bendahara Pengurus YDBA, Agung K. Sampurno (kanan); Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut, Kementerian Perindustrian RI, Ir. Dini Hanggandari, MSi (ketiga kanan); Quality Assurance Head PT Astra Honda Motor, Setyo Budi Anang Yuliarto (kedua kiri) dan Kepala UPTD industri logam Dinas Perindag Jabar, Pahala Hatigoran Marbun, S.ST., M.M. (kiri) saat Peresmian Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Bandung kolaborasi YDBA bersama Dinas Perindag Jabar (20/12/2024). Dok. Astra YDBA.
EmitenNews.com - Sejak 4 dekade lalu, Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) berkomitmen menjalankan pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Tanah Air, agar naik kelas, mandiri dan berkelanjutan. Dalam mewujudkan misi tersebut Astra terus berupaya menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
Sejak akhir tahun 2023, YDBA rutin berkomunikasi dengan Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Dinas Perindag Jabar) dalam rangka memperluas program pembinaan IKM yang dilakukan YDBA di wilayah Jawa Barat. YDBA telah menjalankan program pembinaan IKM manufaktur di Citeureup Bogor, Jawa Barat.
Program kolaborasi bersama Dinas Perindag Jabar dimulai dengan diselenggarakannya program pembinaan IKM logam di wilayah Lingkungan Industri Kecil (LIK) UPTD Logam Jawa Barat pada Januari 2024.
Sebanyak 28 IKM terlibat dalam pembinaan tersebut dengan mengikuti beberapa program. Di antaranya, Pelatihan Mentalitas Dasar, Pelatihan & Pendampingan Manajemen 5R (Ringkas, Rapi, Resik, rawat, Rajin), Pelatihan & Pendampingan Cost Calculation, Pelatihan Pengukuran dan beberapa program pembinaan lain yang mendukung peningkatan kompetensi IKM.
Untuk mendukung komitmen dan konsistensi para IKM dalam mengembangkan bisnis melalui program pembinaan tersebut, YDBA bersama Dinas Perindag Jabar, didukung oleh Kementerian Perindustrian RI mendirikan cabang atau dikenal sebagai Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Bandung. Ke depan, LBP intens memberikan program pembinaan, antara lain pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran dan fasilitasi pembiayaan kepada para IKM di bidang manufaktur, craft dan kuliner.
LPB Bandung diresmikan di Bandung pada 20 Desember 2024 oleh Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo dan Kepada Dinas Perindag Jabar, Noneng Komara Nengsih, S.E., M.A.P. Hadir antara lain Sekretaris Pengurus YDBA, Ema P. Prasetio; Bendahara Pengurus YDBA, Agung K. Sampurno; Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut, Kementerian Perindustrian RI, Ir. Dini Hanggandari, Msi; Kepala UPTD industri logam Dinas Perindag Jabar Pahala Hatigoran Marbun, S.ST., M.M. dan Quality Assurance Head PT Astra Honda Motor, Setyo Budi Anang Yuliarto.
Dalam peresmian LPB tersebut, YDBA bersama Dinas Perindag Jabar menandatangani perjanjian kerja sama terkait pembinaan IKM di wilayah Bandung.
Untuk mendukung rantai pasok industri besar yang melibatkan IKM, dalam peresmian LPB Bandung juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara YDBA, perusahaan tier PT Astra Honda Motor dan IKM binaan. Mereka mendapat dukungan PT Astra Honda Motor sebagai Agen Pemegang Merek (APM) industri otomotif roda dua di Indonesia.
Terdapat 8 IKM yang dipercaya untuk memasok produknya ke 6 perusahaan tier 1 PT Astra Honda Motor: PT Berdikari Metal Engineering, PT Caturindo Agung Jaya Rubber, PT Karya Putra Sangkuriang, PT Kayaba Indonesia, PT Mada Wikri Tunggal dan PT Siner Terang Logamjaya.
Rahmat Samulo berharap, agar para IKM dapat mengoptimalkan LPB sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam menghasilkan produk sesuai quality, cost, delivery (QCD) yang dibutuhkan oleh para customer/ ayah angkat mereka. Rahmat juga berharap, adanya LPB Bandung ini bisa mendukung perubahan pola pikir IKM agar terus menunjukkan sikap untuk terus berubah, mau berbagi, komitmen dan konsisten.
Related News
Bikin Tekor hingga Gempor, Ini 6 Ciri Investasi Bodong yang Lagi Marak
Asyik! Emiten Ini Bakal Cum Date Dividen Awal Mei, Cek Jadwalnya
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini
Telisik! Barisan Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket





