EmitenNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat asset under management (AUM) industri pengelolaan investasi mencapai Rp1.084 triliun, tumbuh sebesar 3,97 persen dibanding Desember 2025.

Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, Maulana mengatakan, meski mengalami peningkatan cukup besar hal itu masih tergolong kecil jika diukur melalui kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sebagai perbandingan, Maulana menyampaikan kontribusi AUM industri investasi di Thailand mencapai 30 pesen dari PDB, bahkan Malaysia mencapai 36 persen.

“Kelihatannya besar, ya, tapi kalau dilihat kontribusinya ke PDB ini baru 4 persen,” kata Maulana di gedung BEI, Jakarta.

Di sisi lain, industri reksa dana mencatat peningkatan pesat dari jumlah investor. Hingga saat ini, jumlah investor reksa dana telah mencapai 23,5 juta, melonjak dari Desember lalu sebanyak 19,2 juta atau tumbuh 8,14 persen secara yoy. Dari jumlah tersebut, 54 persen di antaranya adalah generasi muda yang berusia di bawah 30 tahun.

“Artinya, peluang untuk mengejar usia produktif itu besar untuk menjadi investor,” ujarnya.

Kendati demikian, tingkat literasi pasar modal di Indonesia baru mencapai 17,78 persen, sementara inklusi pasar modal berada di angka 1,34 persen.

“Hal ini tantangan bagi kita semua untuk mendorong mereka (generasi muda) untuk berinvestasi supaya tingkat inklusi pasar modal cukup besar,” pungkas Maulana.