AVIA Catat Laba 2023 Naik 17,3 Persen Jadi Rp1,64T
:
0
Kantor operasional PT Avia Avian Tbk (AVIA)
EmitenNews.com - PT Avia Avian Tbk (AVIA) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 7,01 triliun di tahun 2023. Melansir data dari laporan keuangan di keterbukaan informasi BEI pada Rabu (28/2), capain pendapatan AVIA tercatat naik 4,8% dari pendapatan di tahun 2022 yang sebesar Rp 6,69 triliun.
Jika dirinci, pendapatan neto berdasarkan kategori pelanggan pihak ketiga sebesar Rp 6,93 triliun. Sementara, pelanggan pihak berelasi Rp 84,32 miliar.
Lalu, pendapatan neto berdasarkan jaringan distribusi dari distributor sendiri sebesar Rp 6,18 triliun. Lalu, distributor pihak ketiga sebesar Rp 788,92 miliar dan penjualan langsung Rp 41,15 miliar.
Tercatat hingga akhir 2023, AVIA mempunyai 118 pusat distribusi milik sendiri, ditambah dengan 14 pusat distribusi mini dan 40 pusat distribusi pihak ketiga.
Penjualan Avian itu ditopang oleh segmen solusi arsitektur dan segmen perdagangan barang yang telah menunjukkan kemajuan.
Pendapatan AVIA dari segmen solusi arsitektur sebesar Rp 5,61 triliun di tahun 2023, naik sebesar 4,3% dari tahun 2022 sebesar Rp 5,38 triliun. Sementara, segmen barang dagangan sebesar Rp 1,39 triliun, naik 6,8% dari tahun 2022 sebesar Rp 1,31 triliun.
Selain itu, kedua segmen tersebut juga memberikan pertumbuhan laba kotor dua digit yang signifikan, menghasilkan margin kotor terkonsolidasi tertinggi dalam lima tahun terakhir, mencapai tingkat 45,4%.
Selanjutnya, beban pokok penjualan AVIA sebesar Rp 3,83 triliun hingga akhir tahun 2023, turun dari tahun 2022 yang sebesar Rp 3,97 triliun. Alhasil, laba bruto di tahun 2023 sebesar Rp 3,18 triliun, naik dari Rp 2,71 triliun di tahun 2022.
AVIA pun berhasil mencatatkan laba bersih Rp 1,64 triliun di tahun 2023, naik 17,3% dari tahun 2022 sebesar Rp 1,4 triliun.
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





