Babak Baru! Tjokro Group Kerek Aset GPSO Jadi Rp5 Triliun
Petugas lapangan tengah melakukan inspeksi infrastruktur pabrik perseroan. FOTO - ISTIMEWA
Meski langkah ini ambisius, Tjokro Group harus menghadapi tantangan integrasi bisnis dan manajemen — dari menyatukan budaya usaha manufaktur ringan dengan bisnis mesin berat & distribusi. Tjokro sendiri menyatakan siap menjadikan GPSO bagian dari strategi jangka panjang : bukan hanya sebagai investasi keuangan, tetapi sebagai bagian dari visi grup untuk “menjadi penyedia solusi end-to-end industri dan konstruksi.”
“Kami siap membawa GPSO ke arah pertumbuhan, diversifikasi, dan sinergi yang kuat — untuk memberi nilai tambah maksimal, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi industri nasional,” pungkas Kurniawan.
Dengan demikian, akuisisi GPSO oleh Tjokro Group bisa menjadi awal dari transformasi besar dari manufaktur lokal ke pemain industri & kontraktor mesin besar berskala nasional. (*)
Related News
Kinerja 2025 Melonjak, DCII Tetap Kebut Ekspansi di 2026
SMDR Cetak Laba Bersih USD52 Juta, Ditopang Kontrak Pelanggan
Cetak Laba Bersih Rp1,54T, Tekad Bank Jatim Jadi BPD Nomor Wahid
TSPC Catat Penjualan Rp14 Triliun, Laba Bersih Susut di 2025
Laba BUMI Naik 20 Persen, Tapi Beban Produksi Masih Tekan Margin
Bio Majesty Jual 112 Juta Saham PRDA, Kepemilikan Turun Jadi 12 Persen





