EmitenNews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan di balik kelangkaan BBM di sejumlah SPBU swasta. Pernyataan itu disampaikan Bahlil untuk menepis anggapan pemerintah mempersulit pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi sejumlah badan usaha swasta, seperti Shell, BP, dan Vivo.

Berbicara dalam podcast di kanal YouTube Prof. Rhenald Kasali, Bahlil menyebut ada dua penyebab utama kelangkaan BBM di sejumlah SPBU swasta.

"Pertama, terkait aturan penyaluran BBM, bahwa setiap badan usaha yang mendapat izin niaga BBM memiliki ketentuan terkait wilayah dan jenis BBM yang boleh disalurkan. Aturan tersebut harus dipatuhi agar distribusi berjalan sesuai rencana pemerintah," jelasnya seperti dikutip Listrik Indonesia.

Kedua, adalah faktor pasokan. Bahlil mengatakan bahwa keterbatasan pasokan juga memengaruhi ketersediaan BBM di SPBU swasta. Kondisi ini membuat beberapa SPBU tidak dapat melayani permintaan konsumen secara optimal.

“Itu karena aturan dan pasokan,” tambahnya.

Pemerintah, lanjut Bahlil, terus berupaya menjaga stabilitas pasokan BBM nasional. Ia meminta seluruh badan usaha niaga BBM untuk taat pada ketentuan yang berlaku agar tidak terjadi gangguan distribusi yang merugikan masyarakat.

Kejadian SPBU swasta kehabisan BBM sebelumnya sempat menimbulkan keluhan dari konsumen di sejumlah daerah. Masyarakat mengeluhkan antrean panjang dan sulitnya mendapatkan BBM non-subsidi di SPBU swasta.

Bahlil menegaskan, pemerintah tidak ingin kejadian serupa terulang. Kementerian ESDM bersama BPH Migas akan terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran dan ketersediaan BBM di lapangan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Menurutnya, pasokan BBM secara nasional dalam kondisi aman, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan.

Dengan adanya penjelasan ini, pemerintah berharap masyarakat memahami kondisi yang terjadi dan tetap tenang dalam mengisi BBM di SPBU. Pengawasan distribusi akan diperketat agar penyaluran BBM lebih merata.(*)