EmitenNews.com - Bank Mandiri (BMRI) mendorong pertumbuhan bisnis melalui peningkatan kualitas layanan dengan keandalan ekosistem digital. Perubahan perilaku dan ekspektasi nasabah yang semakin dinamis mendorong Bank Mandiri terus menyempurnakan kualitas layanan dan mengembangkan ekosistem finansial maupun nonfinansial terintegrasi. 

Seiring bertambahnya jumlah dan kebutuhan nasabah yang semakin beragam, Bank Mandiri berkomitmen menghadirkan mutu layanan yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga aman, nyaman, dan dapat diandalkan di setiap titik interaksi dengan nasabah. 

Dalam keterangannya yang dikutip Kamis (22/10/2026), Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama menyampaikan, customer experience merupakan landasan dalam setiap pengembangan layanan. Nasabah tidak hanya membutuhkan layanan cepat, mudah, dan aman, tetapi juga solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan mereka. “Karena itu, kami terus berupaya memastikan setiap interaksi memberikan kenyamanan dan nilai tambah.” 

Layanan digital Bank Mandiri dibangun dengan landasan customer experience dan menggunakan framework lengkap serta teruji untuk menghadirkan berbagai solusi dalam satu aplikasi. Hal itu mencakup kebutuhan menabung (Save Money), bertransaksi (Move Money), pembiayaan (Borrow Money), hingga investasi (Grow Money), serta dilengkapi solusi lifestyle dan integrasi ekosistem Bank Mandiri.

Pada ulang tahun ke-28, Bank Mandiri meluncurkan layanan emas digital setelah memperoleh izin bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menjadikan Bank Mandiri sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang memiliki lisensi bulion. “Melalui Livin’, nasabah dapat membuka Tabungan Emas, melakukan transaksi jual beli, serta mengakses fasilitas cicil emas. Nasabah juga memiliki pilihan untuk mengambil emas fisik melalui kantor cabang maupun ATM Emas yang tersebar di berbagai kota di Indonesia,” ujar Timothy Utama. 

Jumlah Pengguna Terdaftar Livin’ by Mandiri Capai 42,2 Juta

Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna terdaftar Livin’ by Mandiri mencapai 42,2 juta. Itu berarti tumbuh 23,4% YoY, dengan frekuensi transaksi mencapai 3,7 miliar tumbuh 21,6% YoY. Hal ini menunjukkan bahwa di tahun ke-5 hadirnya Livin’ by Mandiri terus dipercaya sebagai platform perbankan yang inovatif dan menjawab kebutuhan nasabah yang dinamis. 

Pertumbuhan transaksi digital ini turut mendukung kinerja penghimpunan dana Bank Mandiri, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only mencapai Rp1.687 triliun, tumbuh 17,6% YoY, melampaui pertumbuhan industri sebesar 13,7% YoY. 

Satu hal, Bank Mandiri meyakini bahwa pengalaman nasabah yang optimal tidak hanya dibangun melalui kecanggihan teknologi. Kehadiran interaksi secara langsung tetap memiliki peran penting dalam memberikan solusi yang menyeluruh. 

Oleh karena itu, Bank Mandiri terus memperkuat integrasi antara layanan digital dan jaringan kantor cabang, ATM/CRM, serta contact center (Online-to-Offline). Sebagai contoh, dengan Livin’ Call nasabah dapat menghubungi contact center tanpa perlu pulsa atau biaya telepon serta dapat dilayani dengan lebih cepat karena tidak diperlukan proses identifikasi dan verifikasi nasabah seperti pertanyaan nama, nomor kartu, dan nama ibu kandung.