EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam 1,26% atau 73,341 poin ke level 5.747,449 pada Selasa (30/6/2026) pukul 09.09 WIB. Penurunan ini memperpanjang tekanan jual di awal pekan.

Data RTI Business menunjukkan IHSG dibuka di 5.801,454, sempat menyentuh high 5.811,669 dan low 5.722,035. Sebanyak 389 saham melemah, hanya 127 saham yang menguat, dengan nilai transaksi Rp1,389 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat Rp10.094,960 triliun.

"Tekanan jual berlanjut di tengah kekhawatiran pasar atas ketidakpastian kebijakan ekonomi dan dinamika nilai tukar Rupiah," tulis Head of Research Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto pada Selasa (30/6/2026).

Asing terpantau masih melepas saham big cap. Pada perdagangan sebelumnya, asing net sell Rp881,6 miliar dengan BBCA, BMRI, TLKM, BBRI, dan AADI masuk daftar top sell. IHSG sendiri ditutup melemah 1,28% ke 5.820,79 di sesi Senin kemarin.

Secara teknikal, Mirae melihat potensi penurunan IHSG masih terbatas. Level support terdekat ada di 5.723 dan 5.568, sementara resistance di 5.972 dan 6.127. 

Dari sisi likuiditas, Fixed Income Team Mirae menilai ada katalis positif. Kemenkeu mengembalikan dana SAL Rp110 triliun ke Himbara dan menyiapkan dana siaga Rp100 triliun. Ditambah arus masuk asing ke SBN sekitar USD9 miliar setelah kenaikan BI Rate.

"Kombinasi yield domestik yang kompetitif dan likuiditas memadai akan terus menopang stabilitas Rupiah," ujar Jessica Tasijawa.