Baru Saja Lepas Suspensi, HILL Langsung Terjerembab Lagi
Ilustrasi suspensi yang menyebabkan harga saham turun.
EmitenNews.com - Dua saham kembali diperdagangkan usai masa suspensi berakhir oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, pergerakan keduanya berbanding terbalik. PT Estee Gold Feet Tbk. (EURO) langsung tancap gas ke harga atas, sementara PT Hillcon Tbk. (HILL) kembali terjerembap ke Auto Rejection Bawah (ARB) untuk kelima kalinya.
EURO sebelumnya disuspensi sejak 11 Februari 2026. Kini saham tersebut kembali diperdagangkan dengan status Full Call Auction (FCA) selama satu minggu ke depan akibat suspensi berkepanjangan sebelumnya.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan keputusan pencabutan pemberlakuan suspensi tersebut mulai efektif diberlakukan pada Senin (23/2/2026) sebagai bagian dari upaya perlindungan investor dan cooling down perdagangan.
Pada pembukaan perdagangan Senin (23/2), EURO langsung melesat dan menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) sebesar 9,4 persen atau naik 70 poin ke level Rp815.
Sebaliknya, HILL masih berada dalam tekanan jual yang masif. Pada perdagangan hari ini, saham HILL kembali menyentuh ARB sebesar 13,79 persen dan turun ke harga gocap atau Rp50 per saham.
Sebelumnya, dalam empat hari perdagangan terakhir sebelum sempat disuspensi, HILL sudah lebih dulu mengalami rentetan ARB:
Kamis (12/2): turun 14,68 persen ke Rp93
Jumat (13/2): turun 13,98 persen ke Rp80
Rabu (18/2): turun 15 persen ke Rp68
Kamis (19/2): turun 14,71 persen ke Rp58
Kini pada Senin (23/2), saham ini kembali anjlok 13,79 persen ke Rp50, menandai ARB kelima secara beruntun.
Secara tren, tekanan terhadap HILL tergolong ekstrem. Dalam satu bulan terakhir, sahamnya telah merosot 67,74 persen. Secara tahunan (year-on-year), koreksinya bahkan mencapai 88,43 persen, dari level Rp432 menjadi Rp50 per saham.
Jika tekanan berlanjut, HILL berpotensi kembali disuspensi untuk kedua kalinya oleh BEI.(*)
Related News
OJK Bocorkan Arah Demutualisasi BEI, Tinggal Tunggu Terbitnya PP
BEI Sandera Tiga Saham ARA, Kapan Bebas?
Akhir Februari Nihil, 8 Perusahaan Merapat IPO
Terkuak Goreng Saham IMPC Tahun 2016, Bandar PT DMK Kena Sanksi OJK
OJK Maklumatkan Buka Shareholder Concentration List, Inilah Fungsinya!
BEI Review Kebijakan FCA, FCA Akibat Suspensi Berpotensi Dihapus!





