EmitenNews.com - Allo Bank (BBHI) memutuskan pembagian dividen tunai Rp286,97 miliar. Alokasi dividen itu diambil sekitar 49,97 persen dari koleksi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp574,26 miliar. Dengan demikian, para investor emiten bank besutan Chairul Tanjung (CT) itu, akan mendapat jatah dividen Rp13,28 per lembar.

Berdasar data perdagangan saham perseroan periode Senin, 29 Juni 2026 di level Rp885, maka BBHI menawarkan dividen yield 1,5 persen. Selanjutnya, sebesar Rp6,94 juta untuk dana cadangan. Lalu, sisa laba bersih Rp287,28 miliar setara 50 persen dicatat sebagai laba ditahan.

Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 25 Juni 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 3 Juli 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 6 Juli 2026.

Cum dividen pasar tunai pada 7 Juli 2026. Ex dividen pasar tunai pada 8 Juli 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 7 Juli 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen akan dilakukan pada 15 Juli 2026.

Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, BBHI mengemas laba bersih Rp574,26 miliar. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi Rp287,28 miliar. Dan, total ekuitas Rp7,5 triliun. (*)