BCA Catat Laba Rp14,7 Triliun, CASA Makin Dominan
:
0
Tampak seorang nasabah memanfaatkan layanan BCA Press. FOTO - Emitennews.com
EmitenNews.com - Bank Central Asia (BBCA) per 31 Maret 2026 membukukan laba bersih Rp14,7 triliun. Surplus 3,8 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp14,1 triliun. Kinerja itu, ditopang momentum Ramadan dan Idulfitri mendorong pertumbuhan kredit. Total kredit BCA tumbuh 5,6 persen secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp994 triliun.
Pertumbuhan itu, didukung pendanaan solid, terutama dari dana giro dan tabungan (CASA) mencapai Rp1.089 triliun atau naik 11,2 persen YoY. Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA. ”Kami optimistis kinerja BCA tetap solid di tengah dinamika global melalui pengembangan bisnis secara pruden,” tegas Hendra Lembong, Direktur Utama BCA.
Selain itu, BCA Expoversary 2026 dilaksanakan sejak Februari 2026 juga mendapatkan antusiasme tinggi dari nasabah dan masyarakat. ”Sejalan dengan itu, kami memperpanjang pelaksanaan BCA Expoversary hingga 30 April 2026,” imbuhnya.
Ledakan Kredit
Kredit BCA hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang kredit produktif Rp760,2 triliun, meningkat 7,8 persen YoY. Seiring komitmen menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 10,0 persen YoY menjadi Rp258,4 triliun, atau setara 26,0 persen dari total portofolio pembiayaan BCA.
Capaian itu, didukung pertumbuhan kredit UMKM 12 persen YoY dengan outstanding Rp146 triliun, mencerminkan dukungan BCA pada berbagai sektor perekonomian nasional. Kredit hijau BCA (green financing) tumbuh 7,7 persen YoY mencapai Rp113 triliun, salah satunya didukung penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) naik 53,5 persen YoY.
BCA senantiasa berkomitmen menyalurkan kredit dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko secara disiplin. Rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) terjaga, masing-masing 5,1 persen, dan 1,8 persen. Rasio pencadangan LAR dan NPL ada pada level solid, masing-masing 69,7 persen dan 174,6 persen. Nah, dari sisi pendanaan, total DPK BCA mencapai Rp1.292,4 triliun, tumbuh 8,3 persen YoY. Kenaikan CASA sejalan pengembangan perbankan transaksi BCA termasuk berbagai kanal digital dan non digital.
Makin Inovatif
BCA terus menunjukkan komitmen dalam menghadirkan inovasi melalui pengembangan berbagai fitur di aplikasi myBCA. Salah satu inovasi terbaru fitur “Layanan Cabang”, memudahkan nasabah melakukan pemesanan banknotes untuk diambil di cabang, dan transaksi cabang lainnya.
Penyetoran, dan penarikan banknotes dalam mata uang USD dapat dilakukan di seluruh KCU dan KCP, kemudian penarikan tunai valas lain seperti Chinese Yuan, Japanese Yen, Singapore Dollar, dan 15 mata uang lainnya dapat dilakukan di setiap KCU BCA.
Perkaya Fitur myBCA
Sebagai salah satu langkah meningkatkan experience nasabah dalam bertransaksi di myBCA, BCA juga menghadirkan berbagai promo dan fitur menarik pada aplikasi ini. Selain itu, melalui fitur “Lifestyle”, nasabah dapat menikmati kemudahan dalam memesan makanan melalui “UFood Delivery” di myBCA.
“Kami juga meluncurkan Ocean by BCA, sebuah portal bisnis digital terintegrasi untuk membantu pelaku usaha mengelola kebutuhan bisnis secara lebih mudah dan efisien. Ocean by BCA memungkinkan pelaku usaha mengakses dasbor bisnis terintegrasi, rekomendasi solusi dan akses langsung ke e-channel, serta help center dari satu platform. Kami turut menggandeng sejumlah mitra strategis, dengan harapan Ocean by BCA dapat membantu pelaku usaha mengelola bisnis mereka secara lebih efisien dan membuka peluang ekspansi usaha,” ucap Hendra.
Berbuah Apresiasi
BCA juga meraih dua sertifikat ISO berstandar internasional, yaitu ISO Privasi Data (ISO 27701:2019) dan ISO Manajemen Kecerdasan Buatan (ISO 42001:2023). Sertifikasi ISO 27701:2019 berfokus pada sistem manajemen privasi informasi, dan ISO 42001:2023 merupakan standar untuk memastikan pengembangan dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dilakukan secara etis, transparan, aman, dan bertanggung jawab.
BCA menjadi bank pertama di Asia Tenggara yang memperoleh sertifikat ISO Manajemen Kecerdasan Buatan. BCA di bawah payung Bakti BCA kembali menyalurkan beasiswa serta program pengembangan selama setahun bagi 700 mahasiswa dari 20 perguruan tinggi. Pada aspek pariwisata berkelanjutan, Bakti BCA mempromosikan paket perjalanan dari 11 desa wisata binaan pada ajang ITB Berlin, salah satu travel fair terbesar di dunia.
Bakti BCA
Related News
ASII Gelontor Rp36 Triliun, Bidik Sektor Strategis
BNLI Tabulasi Laba Rp920 Miliar, Melonjak 17 Persen Kuartal I
NAIK Tebar Dividen 32,5 Persen Laba, Ikuti Jadwalnya
Laba CFIN Melonjak 69 Persen, Pendapatan Melambat
DKFT Distribusikan Dividen Rp390 Miliar, Cum Date 4 Mei
DCII Kemas Laba Rp377,75 Miliar, Melorot 10 Persen Kuartal I





