BEI Sebut Upgrade Sistem Perdagangan Rampung di 2026
Potret Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik ditemui pasca kegiatan di Main Hall BEI pada Senin (24/11).
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan proses pembaruan versi sistem perdagangan tengah memasuki tahap akhir.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, di Jakarta Senin (24/11) menyampaikan bahwa proyek upgrade sistem ini merupakan pekerjaan multi years yang sudah berjalan sejak tahun lalu dan ditargetkan rampung pada tahun depan.
“Oh iya, itu kan adalah proyek multi years yang sudah kita lakukan sejak tahun lalu sampai dengan tahun depan,” ujar Jeffrey.
Ia menjelaskan bahwa pembaruan ini mencakup implementasi sistem perdagangan yang akan menggunakan versi terbaru dari vendor asal bursa negara Amerika Serikat yaitu Nasdaq.
“Jadi kita harapkan memang setelah implementasi sistem perdagangan yang baru nanti, kita akan upgrade ke versi terbaru dari vendor kita yaitu Nasdaq,” tambah Jeffrey.
Sebagai catatan, Nasdaq Inc. berdiri sejak 1971 sebagai bursa elektronik pertama di Amerika Serikat. Peran ini membuatnya menjadi pionir modernisasi pasar modal dengan memadukan bursa dan indeks, berbeda dengan bursa tradisional seperti NYSE yang saat itu menggunakan lantai perdagangan fisik.
Pernyataan tambahan juga sebelumnya sempat datang dari Direktur Utama BEI, Iman Rachman pada minggu yang lalu. Iman dalam perhelatan Media Gathering 2025 pada Sabtu (15/11/2025), memaparkan bahwa tahun depan BEI akan meluncurkan sistem perdagangan dan pengawasan yang telah diperbarui.
“Bahkan sebagai gambaran tahun depan, kita akan launching upgrade, ya, sistem perdagangan dan pengawasan kita yang baru dengan kapasitas 3 kali dari yang ada sekarang,” pungkas Iman.
Iman menegaskan sistem baru tersebut akan meningkatkan kapasitas pasar secara signifikan.
Related News
Pasar Modal RI Bisa Tertinggal, HSBC Kritisi Peran Regulator dalam IPO
Awal 2026 Belum Ada IPO, Ini Perbedaan dengan Tahun-tahun Sebelumnya
Dua dari Empat Saham Masuk UMA Masih Unjuk Performa
Lepas Suspensi, Dua Saham Terbang Kembali Mentok ARA
Berpotensi Suspensi Sepekan, 3 dari 4 Saham Bakal Masuk FCA
ICEx Resmi Jadi SRO Kripto Berizin Yang Diawasi OJK





