Belum Surut, Asing Borong 8 Saham Ini Ditengah IHSG Anjlok 1,62 Persen di Sesi I
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan sesi I siang hari ini Kamis (24/2) melemah -1,62% atau-112,613 point ke level 6.807,443. Sementara aksi beli investor asing belum surut masih mencatatkan pembelian bersih alias net buy sebesar Rp669,4 miliar diseluruh pasar.
Total transaksi yang di BEI hingga sesi I siang hari ini mencapai Rp11,7 triliun dari 20,3 miliar saham yang diperdagangkan. Investor asing tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp3,5 triliun dan aksi jual sebesar Rp2,9 triliun. Sehingga investor asing tercatat beli bersih (net buy) sebesar Rp669,4 miliar diseluruh pasar.
Sebanyak 80 saham menguat, 495 saham melemah, dan sisanya stagnan. Saham-saham yang dibeli asing atau net buy dengan nilai terbesar adalah Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 167,5 miliar, Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 145,3 miliar, Indo Tambangraya (ITMG senilai Rp54 miliar, Bukit Asam (PTBA) senilai Rp49,5 miliar, Astra International Indonesia (ASII) senilai Rp48,5 miliar, Aneka Tambang (ANTM) senilai Rp46,2 miliar, Elang Mahkota Teknologi (EMTK) senilai Rp38,8 miliar, dan Bank BRI (BBRI) senilai Rp38,87 miliar.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya ITMG sebesar Rp1.250 menjadi Rp25.225 per lembar dan IBST sebesar Rp850 menjadi Rp7.675 per lembar serta GGRM sebesar Rp700 menjadi Rp31.825 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya MCAS sebesar Rp775 menjadi Rp10.675 per lembar dan NFCX sebesar Rp500 menjadi Rp6.725 per lembar serta EDGE sebesar Rp500 menjadi Rp21.500 per lembar.
Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya GZCO sebanyak 70.139 kali senilai Rp238,9 miliar kemudian BCAP sebanyak 38.228 kali senilai Rp291,9 miliar dan IATA sebanyak 26.397 kali senilai Rp125, 8 miliar.
Related News
Beda Nasib Dua Saham Penghuni Terlama Papan Pemantauan Khusus
Melihat Lagi Gerak DCII dan DSSA, Saham dengan Harga Tertinggi per Lot
Ungguli Bursa Malaysia, IHSG Terbaik Ketiga ASEANĀ
POPSI Khawatir Kenaikan Pungutan Ekspor Lemahkan Daya Saing Sawit RI
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun
Hasil Tajak di Sumur Pengembangan ABB-143 Hasilkan 3.672 BOPD Minyak





