EmitenNews.com—Kondisi ekonomi, pasca Covid-19, berdampak pada PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) menunjukkan pertumbuhan finansial, dengan upaya perseroan dalam memulihkan dan mengembangkan bisnis sepanjang tahun 2022.

 

Merujuk data paparan publik BKSW yang dikutip Rabu, (15/2/2023) disebutkan, Untuk terus tumbuh, QNB Indonesia (BKSW) mengambil beberapa langkah utama seperti terus menjalankan proses seleksi yang hati-hati dan ketat baik untuk nasabah korporasi baru maupun untuk memberikan kredit baru kepada nasabah yang sudah ada.

 

QNB Indonesia melakukan diversifikasi portofolio produk untuk menciptakan aliran pendapatan yang lebih berkelanjutan dan kuat, seperti meningkatkan bisnis fee-based income, terutama di seluruh produk utama kami di bidang wealth management dan transaksi valuta asing. Bank membukukan CKPN yang lebih tinggi untuk beberapa portofolio kredit, di atas tingkat yang ditentukan regulator (untuk mengendalikan eksposur risiko kredit kedepannya).

 

Hingga akhir tahun 2022, Bank membukukan total aset sebesar Rp16,7 triliun dan likuiditas yang membaik, terlihat dari peningkatan LCR kami dari 223% di tahun 2021 menjadi 453,8% di tahun 2022, dan NSFR kami yang mencapai 146,25% di akhir tahun 2022. Keduanya, LCR dan NSFR, di atas ketentuan minimum regulator saat ini.

 

Pada akhir tahun 2022, secara keseluruhan keuntungan Bank meningkat, namun dikarenakan penambahan CKPN maka Bank mencatat kerugian sebesar Rp 400,7 miliar, dimana angka kerugian tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan angka tahun lalu.