EmitenNews.com - PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) mulai menempatkan TV Tempo sebagai salah satu motor pertumbuhan bisnis Perseroan di tengah transformasi industri media yang semakin digital.

Dalam Paparan Publik yang digelar Selasa (12/5/2026), manajemen menyebut performa TV Tempo menunjukkan pertumbuhan paling positif dibanding sejumlah unit bisnis lainnya dan diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama pendapatan Perseroan ke depan.

Selain TV Tempo, unit digital lain seperti Tempo Institute dan Tempo Data Science juga disebut mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025 dan diperkirakan terus berlanjut pada 2026.

Direksi Perseroan menjelaskan, strategi transformasi bisnis kini diarahkan untuk memperkuat model multi revenue stream atau diversifikasi sumber pendapatan. Tidak hanya mengandalkan bisnis media konvensional, Tempo juga mulai memperluas monetisasi melalui event, layanan berbasis AI, monetisasi data digital, hingga pengembangan media vertikal seperti Cantika.

Di sisi digital subscription, Tempo menargetkan memiliki 100 ribu pelanggan pada 2027.

Dengan asumsi ARPU sebesar Rp30 ribu per bulan, target tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp3 miliar per bulan atau Rp36 miliar per tahun dan akan menjadi langkah awal bagi pemenuhan mandiri biaya operasional atau operating expenditure/opx

“Meskipun total biaya operasional Perseroan mencapai sekitar Rp200 miliar per tahun, target tersebut merupakan langkah awal menuju kemandirian pembiayaan,” ujar manajemen TMPO dalam laporan hasil paparan publik yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia.

Paparan publik tersebut digelar di Gedung Tempo, Jakarta Selatan, dan dihadiri seluruh jajaran Direksi Perseroan, mulai dari Direktur Utama Arif Zulkifli hingga Sebastian Kinaatmaja, Budi Setyarso, Anak Agung Gde Bagus Wahyu Dhyatmika, dan Ade Liesnasari.

Dalam pemaparannya, manajemen juga menyebut transformasi digital mulai menunjukkan hasil positif. Jumlah pelanggan digital meningkat 40% sepanjang 2025, sementara pendapatan dari langganan digital tumbuh 30%.

Perseroan turut memperluas lini bisnis melalui PAL 8 Pictures dengan menggarap proyek film “Laut Bercerita” karya Leila Chudori. Selain itu, TMPO tengah menjajaki kolaborasi produksi bersama produser asal Singapura untuk platform Netflix.