PLIN Pede Kontribusi Mall hingga Hotel Dongkrak Kinerja 2026
:
0
Suasana Plaza Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) optimis tiga aset utama perseroan mampu mendongkrak kinerja PLIN pada tahun 2026. Ketiga aset tersebut yakni pusat perbelanjaan, hotel dan gedung perkantoran.
Wakil Direktur Utama PLIN, Anthony Prabowo Susilo mengatakan, ketiga aset tersebut dinilai mampu bertahan di tengah dinamika perekonomian di internasional maupun lokal.
“Berdasarkan perkembangan kegiatan usaha sejak awal tahun 2025, perseroan menilai bahwa momentum belanja dan aktivitas usaha masih menunjukkan tren yang relatif positif, baik di tengah kondisi domestik maupun global yang berkembang saat ini,” ujar Anthony dalam keterbukaan informasi, Rabu (13/5/2026).
Di samping itu, Direktur Utama PLIN Evy Tirtasudira menambahkan, pada 2025 perseroan berhasil melakukan renovasi Grand Hyatt Jakarta, bahkan telah memulai renovasi area pusat perbelanjaan sejak tahun 2024.
“Pelaksanaan inisiatif tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, termasuk dalam pengelolaan dan realisasi belanja modal perseroan,” tuturnya.
Tebar Dividen Besar
Untuk diketahui, PLIN juga telah mengumumkan rencana pembagian dividen tunai sebesar Rp548,04 miliar yang diambil dari 85,72 persen laba bersih tahun buku 2025. Adapun para investor nantinya akan mendapat aliran dividen sebesar Rp155 per lembar.
Aliran dividen tersebut sudah termasuk dividen interim pada 13 Oktober 2025 senilai Rp268,72 miliar atau seatar Rp76 per helai. Maka, perseroan tinggal mengalirkan dividen final sebesar Rp279,32 miliar atau senilai Rp79 per lembar.
Adapun rencana pembagian dividen tersebut dicanangkan sesuai jadwal berikut; cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada 22 Mei 2026, dan ex dividen pada 25 Mei 2026.
Cum dividen pasar tunai pada 26 Mei 2026, dan ex dividen pada 29 Mei 2026, dengan recording date pada 26 Mei pukul 16.00 WIB.
Related News
SUPR Makin Dekat dengan Rencana Delisting, Kapan Mulai?
Baru IPO Tapi Saham WBSA Dikenakan Status HSC, OJK Jelaskan Alasannya
Berharap Mandiri Biayai Opex Rp200M per Tahun, TMPO Gas Bisnis Digital
Aksi Serobot Masuk Haji Isam, Borong 21 Persen Saham PACK Nyaris Rp1T
Bos Emiten Sawit yang Komisarisnya Jenderal Dudung Serok Saham Rp380M
Aset Jumbo, OBAT Jadwal Dividen Rp7,548 per LembarĀ





