BIPI Bidik 50 Persen Pendapatan Non-Batu Bara, Tanam Capex USD5 Miliar
:
0
Potret infrastruktur tambang batu bara emiten BIPI. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) tengah memacu transformasi bisnis ke segmen non-batu bara. Dalam 3 tahun ke depan, perseroan menargetkan sekitar 50 persen pendapatan bersumber dari non-batu bara dengan kebutuhan capex USD5 miliar.
Rencana ini disampaikan manajemen dalam acara Closed Door Meeting bersama Stockbit pada Rabu (6/5/2026). Saat ini BIPI bergerak di pertambangan batu bara, jasa pelabuhan, dan jasa pertambangan. Segmen non-batu bara yang jadi fokus antara lain mini-LNG plant, geotermal, dan waste-to-energy (WTE).
Investment Analyst Team Stockbit dikutip Minggu (10/5) mengatakan, “Manajemen Astrindo Nusantara Infrastruktur mengatakan dalam acara Closed Door Meeting bersama Stockbit pada Rabu (6/5) bahwa perseroan dalam 3 tahun ke depan mengekspektasikan sekitar 50% pendapatan bersumber dari segmen non–batu bara. Manajemen memperkirakan kebutuhan capex untuk proyek–proyek non–batu bara tersebut mencapai USD5 miliar dalam 3–4 tahun ke depan, dengan porsi terbesar ditujukan untuk proyek geotermal.”
Terkait pendanaan, manajemen membuka opsi utang, equity, kerja sama mitra, hingga rights issue.
“Selain grup Bakrie, manajemen mengindikasikan akan ada potensi pengumuman kerja sama dengan grup lain yang bergerak di sektor yang sama. Opsi pendanaan yang lain yang dipertimbangkan adalah rights issue, namun detail waktu dan besarannya belum diumumkan. Divestasi aset tambang batu bara juga menjadi opsi pembiayaan, hanya jika perseroan mendapatkan penawaran harga di atas nilai buku,” dikutip seperti kata Investment Analyst Team Stockbit.
Untuk katalis jangka pendek-menengah, BIPI membangun mini LNG plant di Sidoarjo dengan suplai gas dari blok Kangen. Plant berkapasitas awal 2,5 MMSCFD ditargetkan rampung akhir Juli 2026 dengan target EBITDA sekitar USD6 juta.
Kapasitas akan naik bertahap hingga 22,5 MMSCFD. Plant berikutnya di Batam dan Sumatra Utara memakai gas dari Energi Mega Persada (ENRG).
Untuk jangka panjang, BIPI mengincar geotermal di Jawa Timur, Jawa Tengah, Aceh, dan Sumatera Selatan dengan potensi 100–200 MW. Target beroperasi (COD) 2031 dengan kapasitas minimal 55 MW.
BIPI juga baru mengungkapkan aksi akuisisi 20 persen saham PT Maharaksa Energi Hijau dan PT Indoplas Energi Hijau milik Maharaksa Biru Energi (OASA), dengan target 2–3 proyek WTE ke depan.
Related News
Yuk Berburu Dividen, 11 Saham Tawarkan Yield Menarik, Cek Jadwalnya!
Komisaris dan Direksi HEAL Borong Saham, Sinyal Optimisme Orang Dalam
BAF Siapkan Rp244,3 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Juni 2026
BFI Finance Minta Restu Alihkan 290 Juta Saham Treasury via MESOP
Konflik Timur Tengah Tekan Industri Plastik, Ini Strategi Panca Budi
Penjualan Menyusut, Laba Bersih DEPO Ikut Tergerus pada Kuartal I-2026





