EmitenNews.com - Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) resmi menaikkan suku bunga acuan jangka pendek sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% dalam pertemuan kebijakan September. Langkah ini membawa suku bunga acuan Jepang ke level tertinggi sejak April 1995.

Keputusan pengetatan moneter tersebut diambil melalui pemungutan suara dengan hasil 7-2. Keputusan ini berlanjut setelah kenaikan suku bunga pertama dalam tiga bulan terakhir guna merespons tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia.

Keputusan BOJ sesuai dengan ekspektasi pasar dan menegaskan langkah konsisten Jepang untuk meninggalkan era kebijakan suku bunga ultra-rendah yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Seperti dilaporkan Trading Economics, dua anggota dewan BOJ, yakni Asada Toichiro dan Sato Ayano, tercatat menyatakan ketidaksetujuan (dissenting vote) terhadap keputusan tersebut.

Dewan gubernur BOJ menegaskan komitmennya untuk terus menyesuaikan tingkat akomodasi moneter seiring dengan dinamika pertumbuhan ekonomi, pergerakan harga, dan kondisi keuangan kawasan.

"Para pembuat kebijakan akan terus menaikkan suku bunga kebijakan dan menyesuaikan akomodasi moneter sebagai respons terhadap perkembangan aktivitas ekonomi, harga, dan kondisi keuangan," tulis pernyataan resmi Bank of Japan.

BOJ mencatat bahwa inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) inti merambat naik akibat dorongan kenaikan harga antarpelaku usaha serta transmisi kenaikan upah pekerja ke harga jual barang. Di samping itu, dewan moneter secara cermat terus memantau dampak ekonomi global yang bersumber dari eskalasi konflik di Timur Tengah.

Pengetatan moneter BOJ hingga ke level tertinggi dalam tiga dekade ini memiliki pengaruh signifikan terhadap pasar keuangan Indonesia. Normalisasi suku bunga di Jepang berpotensi memicu repatriasi dana investor Jepang serta penyesuaian strategi carry trade, yang dapat memengaruhi arus modal (capital flow) di pasar obligasi dan saham, serta memberi tekanan volatil pada pergerakan nilai tukar rupiah terhadap yen dan dolar AS.(*)