EmitenNews.com - bolttech, perusahaan insurtech (asuransi berbasis teknologi) internasional yang berbasis di Singapura, pada hari ini telah mengumumkan penyelesaian akuisisi kepemilikan saham mayoritas PT Axle Asia, salah satu broker asuransi di Indonesia. Dari aksi korporasi ini, Axle Asia nantinya akan melakukan rebranding dan menjadi anak usaha dari bolttech.
Masuknya Axle Asia sebagai anak usaha diharapkan akan mempercepat pendistribusian kapabilitas bolttech dalam hal penawaran asuransi serta melengkapi solusi bisnis yang saat ini sudah dimiliki bolttech di Indonesia, sebagai penyedia perlindungan gawai terdepan.
bolttech memiliki misi untuk membangun ekosistem perlindungan dan asuransi berbasis teknologi terdepan di dunia. Hingga saat ini, platform insurance exchange (penawaran asuransi) bolttech telah menawarkan premi asuransi bernilai lebih dari 50 milyar Dolar Amerika di seluruh dunia. Dengan jangkauan global pada 30 pasar dalam tiga benua; Amerika Utara, Asia, dan Eropa, bolttech memiliki lebih dari 800 rekanan distribusi dan 200 perusahaan asuransi dalam jaringannya, serta resmi terdaftar pada 36 jurisdiksi internasional.
Rob Schimek, Group Chief Executive Officer bolttech, mengungkapkan, “bolttech melihat Indonesia sebagai salah satu pasar asuransi dengan angka pertumbuhan yang sangat tinggi di Asia Tenggara. Hal ini menunjukan peluang besar bagi solusi insurtech yang kami miliki, guna memenuhi kebutuhan konsumen lokal dan rekanan bisnis yang terus berubah secara dinamis. Kami sangat menyambut baik bergabungnya tim Axle Asia ke dalam bolttech, dimana kami akan mewujudkan komitmen bersama untuk menghubungkan orang-orang diseluruh dunia, sembari menghadirkan berbagai cara untuk melindungi hal-hal yang berharga bagi mereka.”
Sementara itu, Axle Asia yang didirikan pada tahun 2008 merupakan broker asuransi yang berbasis di Jakarta, yang melayani berbagai jenis klien diseluruh lini usaha asuransi korporasi dan manfaat asuransi.
Related News
Ini Eksportir Komoditas Pertama Disidik Polisi Dugaan Under Invoicing
Namanya Masuk Daftar Pengusaha Nakal, Wilmar Siapkan Klarifikasi
8 Bulan Dilarang Kini Udang Indonesia Bisa Masuk Pasar Arab Saudi Lagi
Awas! Pabrik Sawit Beli TBS Murah, Siap-siap Terima Sanksi Berat
Harga Minyak Sangat Fluktuatif, Pengaruhi Melemahnya Kurs Rupiah
Masih Tertekan, Rupiah Makin Dekati ke Level Rp17.900 per Dolar AS





