Bos BEI: Putusan Final Kajian Demutualisasi Ada di Tangan Shareholder
:
0
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna saat ditemui di Gedung BEI.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan proses kajian terkait rencana demutualisasi terus berjalan. Direktur yang membidangi Penilaian Perusahaan Tercatat BEI, I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa BEI bertugas menyiapkan kajian menyeluruh sebelum keputusan final diambil oleh para pemegang saham (shareholder).
Nyoman menekankan bahwa demutualisasi merupakan perubahan struktur yang harus dikaji dengan hati-hati.
“Demutualisasi ini, kan, perubahan struktur. Jadi kami (Bursa) sebagai sebuah institusi tugasnya menyediakan studi yang komprehensif, modelnya seperti apa, yang nanti memberikan optimal benefit untuk capital market,” katanya saat ditemui usai kegiatan HUT Ke-37 Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) di Gedung BEI.
Ia menjelaskan bahwa hasil kajian tersebut nantinya akan diserahkan kepada pihak yang berwenang mengambil keputusan.
“Hasilnya itu kita serahkan kepada yang menentukan siapa? Pemegang saham,” ujar Nyoman.
Nyoman tidak menampik bahwa pembahasan demutualisasi memunculkan pro dan kontra di berbagai pihak. Kendati demikian, BEI memastikan tetap berkomitmen menuntaskan kajian agar pemegang saham memiliki dasar pengambilan keputusan yang kuat.
“Memang benar ada pros and cons-nya. Tapi kembali lagi, kita commit untuk melakukan studi yang komprehensif—itu yang bisa kita kontribusikan kepada pemegang saham,” tegas salah satu Bos Bursa itu.
Nyoman menutup pernyataannya dengan memastikan bahwa BEI terus berkoordinasi internal untuk mengoptimalkan proses tersebut, termasuk menunjuk direksi yang bertanggung jawab dalam pengawalan isu ini.
“Nanti saya kasih direktur yang bertanggung jawab biar lebih optimal,” ujarnya.
Related News
Stabilkan Rupiah BI Siapkan 7 Strategi, Pemerintah Usung Swap Currency
Ada 71 Antrean Penawaran Umum di OJK, Fundraising Capai Rp56,35T
Airlangga Dorong Peran Kejaksaan Jaga Integritas Pasar Modal
Kasus DSI, OJK Masih Telusuri Aset
Utang Pinjol Orang Indonesia Tembus Rp101T, Risiko Kredit Macet Tinggi
Diumumkan 22 Juni Mendatang, OJK Inginkan Ini dari Direksi Baru BEI





