EmitenNews.com - Pergantian Gubernur Bank Indonesia pasca mundurnya Perry Warjiyo memunculkan kekhawatiran di kalangan investor. Direktur Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy turut meminta investor untuk tidak panik.

"Kalau saya pribadi sih tidak dalam posisi berkomentar. Jadi memang kebijakan di BI dari kami pun, saya sih tidak berkomentar apa-apalah. Saya yakin ini yang terbaik untuk Pak Perry dan juga Bank Indonesia. Jadi saya relatif tidak berkomentar untuk itu. Mudah-mudahan ke depan BI akan lebih maju lah," ujar Irvan di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Irvan mengakui tahun 2026 merupakan tahun yang berat bagi perekonomian Indonesia. Mulai dari sentimen perang dagang, penurunan bobot MSCI, hingga revisi rating Moody’s.

IHSG Sesi I Sideways, Investor Cenderung Wait and See

Sentimen kejelasan pergantian Gubernur BI membuat investor menjadi wait and see. Pada sesi I Selasa (28/7), IHSG ditutup sideways 0,04% atau -2,626 poin ke level 6.183,157.

Nilai transaksi terpantau hanya Rp5,227 triliun dengan volume 14,848 miliar saham. Sebanyak 332 saham menguat, 255 saham melemah, dan 208 saham stagnan.

Hingga kini, penunjukan Gubernur BI definitif masih menunggu keputusan Presiden dan persetujuan DPR. Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti ditunjuk sebagai Plt Gubernur BI.

Imbauan: Investor Sudah Lebih Dewasa

Meski begitu, Irvan menilai investor pasar modal Indonesia sudah jauh lebih matang dalam menyikapi dinamika.

"Ya, jangan panik lah, ya, maksudnya, kan, dinamika ekonomi, dinamika sosial, dinamika politik. Kan, selama ini juga investor-investor sudah mengalami ya. Ini kan memang tahun yang tough sekali dan selama ini kan saya lihat investor juga masih sangat confidence kalau dengan market kita," katanya.