Bos Danantara Pastikan Ada Tambahan Saham Warga Asli Papua di Freeport
Ilustrasi PT Freeport Indonesia. Dok. PTFI.
EmitenNews.com - Pemerintah akan menambah kepemilikan saham Pemerintah Daerah Papua, pada PT Freeport Indonesia. CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani memastikan soal rencana itu, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Ia belum bisa memastikan berapa porsi penambahan kepemilikan Pemda Papua di Freeport. Isunya penambahan 12 persen.
"Kita lihat saja nanti. Nanti ya kalau udah, pokoknya porsi daerah harus kita tambahkan," kata Rosan Roeslani dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Dalam acara pengarahan kepada Komite Percepatan Otonomi Khusus Papua (KEPP-OKP) dan Gubernur Papua, di Istana Negara, Selasa (16/2/2025), dibahas mengenai penambahan saham Freeport kepada pemda di Papua. Hal itu disampaikan Ketua KEPP - OKP Velix Wanggai, usai acara.
"Ada arahan dari bapak presiden untuk kita membahas tentang skema divestasi Freeport. Terutama 10% yang menjadi hak dari orang asli Papua. Akan kita bincangkan antara Gubernur-Gubernur di tanah Papua, dan ini masih dalam kerangka anggaran," kata Velix Wanggai.
Hadir dalam acara itu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Nantinya rencana divestasi itu akan dilakukan melalui perusahaan yang dibentuk pemerintah provinsi Papua, yaitu PT Papua Divestasi Mandiri. ***
Related News
Pemerintah Pangkas Produksi Batu Bara, APBI Ingatkan Soal Tenaga Kerja
Sekuritas Valas BI Hadir Kembali, Kali Ini Bernilai Rp1,61 Triliun
Pertama Kali Dalam 9 Tahun, Lifting Minyak Lewati Target APBN
Pemerintah Akan Revisi RKAB Untuk Perbaiki Harga Pasar Batu Bara
Uang Primer Adjusted (M0) Tumbuh 16,8 Persen Pada Desember 2025
Harga Emas Antam Naik Lagi Rp7.000 Per Gram Hari Ini





