BP Tapera Catat Realisasi FLPP 19.741 Rumah Subsidi Jangkau 339 Daerah
:
0
Realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 19.741 unit rumah subsidi per 26 Februari 2026. Dok. Properti Indonesia.
EmitenNews.com - Realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 19.741 unit rumah subsidi per 26 Februari 2026. Penyaluran tersebut melibatkan 25 bank penyalur, serta 21 asosiasi pengembang yang tersebar di 339 kabupaten/kota di 33 provinsi seluruh Indonesia.
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho mengemukakan hal tersebut dalam keterangannya kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Capaian hingga akhir Februari 2026 itu, setara 5,64 persen dari target pemerintah tahun ini yang mencapai 350.000 unit rumah.
Heru mengemukakan, realisasi pada dua bulan pertama, Januari-Februari 2026 ini menjadi indikator awal komitmen dalam mempercepat penyaluran FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
Yang jelas dalam catatan BP Tapera, penyaluran FLPP tiap bulan terus meningkat. Januari realisasi sebanyak 7.312 unit dan realisasi Februari sebanyak 12.429 unit. Peningkatan realisasi mencapai 69,98 persen.
Dari 43 bank yang bekerja sama dengan BP Tapera tahun 2026, penyaluran sampai Februari 2026 tersebut melibatkan 25 bank penyalur, serta 21 asosiasi pengembang yang tersebar di 339 kabupaten/kota di 33 provinsi seluruh Indonesia.
BP Tapera sangat mengapresiasi semangat bank penyalur dan pengembang dalam membangun rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Selain dukungan luar biasa dari Bank Penyalur dan Pengembang, BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi MBR, khususnya melalui penyaluran KPR subsidi FLPP.
"Dukungan penuh ekosistem perumahan dan sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mengatasi backlog perumahan sekaligus meningkatkan kualitas kawasan permukiman secara berkelanjutan,” kata Heru lagi.
BP Tapera mendata, secara geografis, Jawa Barat menjadi provinsi dengan penyaluran FLPP tertinggi, yakni 4.902 unit rumah atau 24,83 persen dari total nasional.
Related News
Harga Emas Kokoh di USD4.150 Imbas Konflik Timur Tengah
Aksi Jual Saham Teknologi Mereda, Indeks Nikkei Kembali Naik
Stok Minyak AS Menyusut, Harga Brent Tembus USD105 per Barel
Dow Jones: Karhutla dan El Nino Ancam Ekspor Batubara RI
Investor Alihkan Saham AI ke Sektor Kesehatan, S&P 500 Rebound
IMF Minta Indonesia Jaga Defisit APBN 3 Persen





