BPK Ungkap Indofarma (INAF) Terindikasi Kerugian Negara Ratusan Miliar
:
0
Manajemen PT Indofarma Tbk (INAF) ketika menggelar RUPST tahun lalu.
EmitenNews.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melaporkan adanya indikasi kerugian negara dari PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT IGM (anak perusahaan PT Indofarma) sebesar Ep146,57 miliar.
Torehan angka tersebut dikarenakan perusahaan BUMN ini melakukan pengadaan kesehatan tanpa studi kelayakan serta penjualan tanpa analisa kemampuan keuangan customer.
Pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2023, Ketua BPK, Isma Yatun menyebutkan, bahwa dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh pihaknya, pada pendapatan biaya dan investasi BUMN dan badan lainnya, ditemukan beberapa masalah pada PT Indofarma Tbk dan PT IGM.
"Ditemukan antara lain, PT Indofarma Tbk dan PT IGM, anak usaha PT Indofarma Tbk melakukan pengadaan kesehatan tanpa studi kelayakan, dan penjualan tanpa analisa kemampuan keuangan costumer," beber Isma dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2023-2024, Selasa (4/6).
Disampaikan Isma, besarnya potensi kerugian tersebut terdiri dari piutang macet sebesar Rp 122,93 miliar dan persediaan yang tidak dapat terjual sebesar Rp 23,64 miliar.
"Sehingga mengakibatkan potensi kerugian sebesar Rp 146,57 miliar yang terdiri dari piutang macet sebesar Rp 122,93 miliar dan persediaan yang tidak dapat terjual sebesar Rp 23,64 miliar," terang dia.
Mengutip buku IHPS Semester II Tahun 2023 dijelaskan, kedua perusahaan tersebut melakukan aktivitas pengadaan alat kesehatan tanpa studi kelayakan dan melakukan penjualan tanpa analisa kemampuan keuangan customer, antara lain pengadaan serta penjualan teleCTG, masker, PCR, rapid test (panbio), dan isolation transportation yang menyebabkan potensi kerugian negara.
Related News
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?
PART Mau Gelar Rights Issue dan Buyback, Simak Rinciannya!
GOTO ARB Day-1 Dibanjiri 1 Miliar Lot Jual, Morgan Stanley Juga Jualan
Batas Harga Rp1 Belum Berlaku, Morgan Stanley Jual 450 Juta Saham GOTO





