BRI Peduli Kolabs Yayasan Bening Saguling, Ajak Warga Tepi Sungai Citarum Kelola Sampah

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), atau BRI, berkolaborasi dengan Yayasan Bening Saguling. dok. BRI.
EmitenNews.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), atau BRI, berkolaborasi dengan pihak lain, menjadikan sampah membawa berkah. BRI melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (Corporate Social Responsibility/CSR) BRI Peduli berinisiatif mengatasi persoalan sampah. Itu dijalankan melalui program yang secara nyata dapat membantu mengatasi masalah sampah di wilayah perkotaan atau padat penduduk.
Semua berangkat dari tumpukan sampah di sungai yang masih menjadi salah satu isu lingkungan, dan perlu mendapatkan perhatian serius. Dengan upaya, dan tindakan nyata, tumpukan sampah yang sering dianggap 'masalah', justru bisa membawa berkah untuk masyarakat sekitarnya.
Program-program yang dilakukan berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti para pegiat lingkungan. Sasarannya, mewujudkan upaya mengatasi persoalan sampah di daerah perkotaan atau daerah padat penduduk.
Salah satunya, BRI berkolaborasi dengan Yayasan Bening Saguling, yang membantu mengatasi persoalan sampah di Waduk Saguling, di sekitar Sungai Citarum, Bandung, Jawa Barat.
Indra Darmawan adalah sosok yang berperan penting dalam Yayasan Bening Saguling. Berdiri sejak tahun 2014, yayasan ini fokus pada masalah lingkungan, terutama di sekitar Sungai Citarum.
"Tujuan kami bagaimana membangun kolaborasi ke seluruh pihak untuk melestarikan lingkungan dan juga memberdayakan masyarakat sekitar Sungai Citarum," tutur Indra Darmawan, dalam rilis yang diterima Rabu (22/11/2023).
Ajak masyarakat jadi Pelestari
Yayasan Bening Saguling mengajak masyarakat terjun langsung menjadi pengumpul sampah, atau yang disebut Pelestari. Dengan sampan-sampan kecil, para Pelestari yang sudah terlatih tersebut mengambil sampah yang tergenang di sekitaran Sungai Citarum. Ketika sudah terkumpul, sampah ini kemudian dipilah dan dijual yang hasilnya menjadi penda patan masyarakat.
"Fokus kami bagaimana melestarikan sungai dan memberdayakan masyarakat. Karena kami yakin tidak mungkin sebuah kawasan bisa bersih, lestari, tanpa mengikutsertakan masyarakat di sekitar lingkungan itu sendiri. Ini harta karun yang keuntungannya tidak dinikmati kita saja, tetapi untuk warga," katanya.
Related News

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar

Pendapatan Drop, DILD 2024 Tabulasi Laba Rp174,76 MiliarĀ

Melambung 295 Persen, WIFI 2024 Gulung Laba Rp231 Miliar

Laba dan Pendapatan Tumbuh, Ini Kinerja GOLF 2024