EmitenNews.com - Berlanjut pertumbuhan kinerja positif PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) hingga Juli 2026, sekaligus memperkuat kontribusinya bagi masyarakat. Bersama entitas anak, Bank Syariah Nasional (BSN), BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,51 triliun. Ada peningkatan 39,79% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp1,80 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (25/8/2026), Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pertumbuhan laba sampai hampir 40 persen tersebut ditopang penguatan kinerja intermediasi dan perbaikan pendapatan bunga bersih. 

Laporan keuangan bulanan konsolidasi BTN, diketahui pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) mencapai Rp9,70 triliun hingga Juli 2026, tumbuh 5,23% yoy dari Rp9,21 triliun.

Saat yang sama, beban bunga turun 12,08% yoy menjadi Rp9,45 triliun dibandingkan Rp10,75 triliun pada Juli 2025. Perbaikan tersebut turut mendorong laba operasional konsolidasi BTN mencapai Rp3,24 triliun, tumbuh 43,12% yoy dibandingkan Rp2,26 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagusnya, kinerja positif BTN juga ditopang pertumbuhan fungsi intermediasi. Hingga Juli 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp421,66 triliun, meningkat 11,88% yoy dari Rp376,89 triliun pada Juli 2025.

Kemudian, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi BTN mencapai Rp455,27 triliun, meningkat sekitar 13,58% yoy dibandingkan Rp400,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. DPK tersebut terdiri atas giro sebesar Rp167,85 triliun, tabungan Rp45,95 triliun, dan deposito Rp241,47 triliun.

Menurut Nixon, pertumbuhan kinerja berkelanjutan merupakan hasil transformasi yang secara konsisten dibangun Perseroan selama lebih dari satu dekade. Transformasi tersebut membawa BTN dari penguatan posisi sebagai housing specialist menuju fase Beyond Mortgage, dengan membangun ekosistem layanan keuangan yang semakin terintegrasi bagi keluarga Indonesia.

Penguatan fundamental bisnis tersebut juga memberikan ruang bagi BTN untuk memperbesar manfaat yang dihadirkan kepada masyarakat. Bagi BTN, pertumbuhan bisnis dan kontribusi sosial merupakan bagian yang saling melengkapi dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Bagi BTN, pertumbuhan bukan hanya tentang bagaimana memperkuat bisnis, tetapi juga bagaimana kehadiran BTN dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Semakin kuat BTN bertumbuh, semakin besar pula manfaat yang ingin dihadirkan bagi masyarakat, terutama dalam ekosistem perumahan yang menjadi DNA BTN.

Salah satu wujud komitmen tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas hunian masyarakat. BTN bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi  Keuangan (PPATK) menjalankan program “Rumah Bersih, Keuangan Bersih” dengan memperbaiki 20 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga prasejahtera di Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo pada 2026.