EmitenNews.com - Indeks KOSPI dibuka menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat mengalami penurunan tajam di bawah level 7.000 pada pekan sebelumnya. Penurunan harga minyak dunia akibat meredanya ketegangan di Timur Tengah serta optimisme kerja sama kecerdasan buatan (AI) antara Korea Selatan dan Amerika Serikat mendorong aksi beli saham murah di pasar modal.

Berdasarkan data Bursa Efek Korea (KRX) yang dilaporkan SEDaily, Indeks KOSPI diperdagangkan pada level 6.705,98, naik 15,36 poin atau 0,23 persen dari sesi sebelumnya. Indeks sempat dibuka melonjak 1,73 persen ke level 6.806,27, memulihkan posisi setelah merosot 5,72 persen pada tanggal 24.

Investor individu menjadi pendorong utama penguatan dengan mencatatkan beli bersih sebesar 622,2 miliar won. Sebaliknya, investor asing dan institusi melakukan jual bersih masing-masing sebesar 542,8 miliar won dan 85,5 miliar won.

Saham kap besar bergerak bervariasi. Samsung Electronics naik 1,30 persen, SK hynix menguat 0,40 persen, SK Square naik 0,09 persen, dan Samsung Electro-Mechanics terangkat 0,23 persen. Saham Naver melonjak sekitar 11 persen setelah mengumumkan peningkatan modal alokasi pihak ketiga senilai 1,4809 triliun won untuk Nvidia. Sementara itu, Hyundai Motor melemah 0,25 persen dan LG Energy Solution turun 0,15 persen.

Sentimen positif pasar domestik terangkat oleh pengumuman rencana kerja sama skala besar antara perusahaan Korea Selatan dan raksasa teknologi global seperti Nvidia, Broadcom, Microsoft, serta OpenAI dalam acara San Francisco AI Summit. Kondisi ini menahan tekanan dari pelemahan bursa saham Wall Street dan penurunan Indeks Semikonduktor Philadelphia sebesar 4,25 persen.

Meredanya konflik militer AS-Iran turut menstabilkan harga minyak internasional dan nilai tukar. Pasukan AS menahan serangan udara selama dua hari berturut-turut sejak tanggal 24, yang diimbangi penangguhan respons militer oleh pihak Iran.

"Ada kemungkinan bahwa ketidakpastian atas industri AI dan pasar semikonduktor akan mereda melalui pengumuman pendapatan dan konferensi pers perusahaan teknologi besar," ujar Peneliti Daishin Securities, Lee Kyoung-min.

Peneliti Kiwoom Securities, Han Ji-young, menambahkan bahwa valuasi saat ini berada di kisaran terendah jangka menengah. "Strategi mempertahankan atau meningkatkan eksposur terhadap posisi yang ada yang berpusat pada saham-saham unggulan tetap valid," kata Han Ji-young.

Bagi pasar keuangan Indonesia, pemulihan bursa saham kawasan Asia dan stabilisasi harga energi global memberikan dampak positif. Berkurangnya tekanan pada pasokan minyak dunia berpotensi menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah serta meredakan volatilitas pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).(*)