Capex Rp1,2 T, Solusi Tunas Pratama Pede Pendapatan Stabil di Rp1,8T
ilustrasi menara jaringan telekomunikasi. DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -PT Solusi Tunas Pratama memperkirakan, pendapatan perseroan di sepanjang 2025 tetap stabil sebesar Rp1,8 triliun, lantaran adanya dukungan kesiapan belanja modal pada tahun ini sebesar Rp1,2 triliun.
Menurut Advisor Group Investor Relations, Adam Ghifari, SUPR sebagai emiten grup PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatatkan pendapatan Rp1,82 triliun atau relatif stabil dibandingkan dengan capaian setahun sebelumnya Rp1,89 triliun.
“Revenue juga akan stabil dibandingkan tahun lalu dan kami melihat kebutuhan capex dananya berasal dari hasil operasional penyewaan menara di dalam SUPR,” katanya saat pelaksanaan Public Expose di Jakarta, Rabu (23/4).
Adam memaparkan, pada tahun ini SUPR memperkirakan kesiapan dana belanja modal (capex) di 2025 mencapai Rp1,2 triliun untuk mencapai proyeksi pendapatan Rp1,8 triliun. Dana capex akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di segmen menara, yang sumber dananya berasal dari kas internal.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama SUPR, Juliawati Gunawan Halim menyebutkan, sepanjang 2024 perseroan meraih pendapatan Rp2,82 triliun, dengan pencapaian EBITDA senilai Rp1,68 triliun dan EBITDA margin sebesar 92,4 persen atau meningkat dibandingkan pada 2023 sebesar 92,1 persen.
“Rasio leverage pinjaman bersih kami terhadap EBITDA sebesar 1,1 kali atau menurun dibandingkan dengan leverage di 2023 sebesar 1,4 kali,” ujar Juliawati.
Juliawati mengatakan, jumlah menara SUPR hingga akhir 2024 sebanyak 6.831 unit atau menurun dibandingkan setahun sebelumnya yang mencapai 6.851 unit. Sementara itu, jumlah penyewaan menara sebanyak 13.378 unit atau bertumbuh 3,3 persen (y-o-y), dengan rasio penyewaan menara meningkat menjadi 1,96 kali dari 1,89 kali pada 2023.
Lebih lanjut Adam memaparkan, pada tahun ini rasio leverage SUPR akan terus menurun, karena cash flow digunakan untuk membayar utang. Dia menyebutkan, per 31 Desember 2024 perseroan mencatatkan penurunan utang bank dibandingkan per akhir 2023.
Adam menyatakan, pada tahun ini SUPR terkonsentrasi pada upaya pelunasan utang, bahkan perseroan juga tidak memiliki rencana untuk menggalang dana di pasar modal. Dia menegaskan, saat ini cash flow perseroan terbilang sehat yang dibarengi pula dengan pertumbuhan jumlah penyewaan menara.
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Industri Melambat,SMGR Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Sepanjang 2025
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025





