Catat! Mulai 1 Maret, Jual Beli Tanah Harus Lampirkan Kartu BPJS Kesehatan
:
0
EmitenNews.com - Makin penting saja kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional. Mulai 1 Maret 2022, Kartu BPJS Kesehatan harus dilampirkan sebagai syarat permohonan pelayanan transaksi tanah. Hal ini sesuai isi Surat Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) Kementerian ATR/BPN Nomor HR.02/153-400/II/2022.
Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (18/2/2022), Juru Bicara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Teuku Taufiqulhadi mengatakan, per 1 Maret 2022 aturan baru ini mulai berlaku. Artinya, bagi yang melakukan pembelian tanah harus melampirkan BPJS Kesehatan dalam kelengkapan dokumennya.
"Sesuai Inpres yang sudah ada, Inpres no 1 tahun 2022. Mulai efektif itu 1 Maret 2022. Setiap pembeli tanah harus melampirkan kartu BPJS Kesehatan," kata Taufiqulhadi.
Taufiqulhadi mengatakan kebijakan ini memang seperti tak ada hubungannya. Tetapi, sesungguhnya ada hubungannya. Mantan wartawan ini menjelaskan, pemerintah ingin memastikan semua masyarakat punya jaminan kesehatan. Karena itu, dijadikan syarat dokumen berbagai keperluan agar memastikan semua masyarakat punya BPJS Kesehatan sebagai jaminan kesehatan.
Jadi, sekilas seperti tak ada hubungannya. Tapi, menurut Taufiqulhadi, hubungannya dalam konteks kehadiran negara. Presiden ingin rakyat terjamin kesehatannya. Karena itu, Presiden menggunakan segala infrastruktur dalam pemerintahan untuk mencapai tujuan itu.
"Setiap permohonan pelayanan pendaftaran peralihan hak atas tanah atau Hak Milik atas Satuan Rumah Susun karena jual beli harus dilengkapi dengan fotokopi Kartu Peserta BPJS Kesehatan." Demikian surat itu seperti dikutip Jumat (18/2/2022).
Dalam surat itu dijelaskan syarat baru lampiran BPJS Kesehatan ditetapkan sesuai amanat Instruksi Presiden no 1 tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Inpres tersebut menginstruksikan agar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional memastikan pemohon pendaftaran peralihan hak atas tanah karena jual beli merupakan peserta aktif dalam program Jaminan Kesehatan Nasional. ***
Related News
MagangHub 2026 Buka 28.455 Lowongan di 3.672 Instansi
Fakta Baru Kasus Setoran Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli
Bahaya Karhutla, Terbesar di Tiga Wilayah di Kalimantan dan Sumatera
Korupsi Dana Haji, Jaksa KPK Dakwa Yaqut Rugikan Negara Rp622 Miliar
Kemnaker Pangkas 50% Iuran JKK-JKM Bagi Pekerja Sampah
Rugikan Rakyat Rp100 T, Amran Minta Praktik Curang Pangan Disikat!





