MagangHub 2026 Buka 28.455 Lowongan di 3.672 Instansi
:
0
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli acara Kick Off dan Orientasi MagangHub di Jakarta pada Selasa (11/8/2026). (Foto: Kemnaker)
EmitenNews.com - Sebanyak 3.672 instansi yang terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga (K/L) resmi berpartisipasi dalam Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Batch 1 Tahun 2026. Para penyelenggara tersebut membuka total 28.455 lowongan pemagangan dengan kuota mencapai 54.304 peserta di seluruh Indonesia.
Kementerian Ketenagakerjaan mencatat dari total kuota yang tersedia, sebanyak 31.251 kuota dialokasikan pada sektor perusahaan swasta, sedangkan 23.053 kuota berada di lingkungan kementerian dan lembaga pemerintah. Program ini merupakan bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi Tahun 2026 untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi dan pendidikan profesi menuju dunia kerja.
Dalam acara Kick Off dan Orientasi MagangHub di Jakarta pada Selasa (11/8/2026), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya peran penyelenggara. Program pemagangan ini merupakan ikhtiar Pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk pendidikan profesi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja.
"Kualitas pelaksanaan harus menjadi perhatian utama. Penyelenggara wajib memberikan pekerjaan yang relevan, mentor yang aktif, pembelajaran yang terarah, dan evaluasi yang konsisten," ujar Yassierli.
Program MagangHub Angkatan II ini mencatatkan antusiasme tinggi dari para pencari kerja di Indonesia dengan total 732.483 pendaftar. Sebanyak 244.982 pendaftar dinyatakan memenuhi syarat (eligible), dan 226.719 calon peserta di antaranya mengajukan lebih dari 547 ribu lamaran ke berbagai posisi yang dibuka.
Setelah melalui tahapan rekrutmen dan verifikasi tingkat nasional, sebanyak 46.160 peserta resmi dinyatakan lolos seleksi. Para peserta yang terpilih mulai menjalani masa pemagangan selama enam bulan terhitung sejak 10 Agustus 2026.
Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan akan terus memantau efektivitas pembimbingan mentor serta kesesuaian tugas yang diberikan. Langkah ini dilakukan agar program MagangHub dapat menjadi saluran penyedia bakat (talent pipeline) yang efektif bagi perusahaan maupun instansi pemerintah di Indonesia.(*)
Related News
Fakta Baru Kasus Setoran Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli
Bahaya Karhutla, Terbesar di Tiga Wilayah di Kalimantan dan Sumatera
Korupsi Dana Haji, Jaksa KPK Dakwa Yaqut Rugikan Negara Rp622 Miliar
Kemnaker Pangkas 50% Iuran JKK-JKM Bagi Pekerja Sampah
Rugikan Rakyat Rp100 T, Amran Minta Praktik Curang Pangan Disikat!
Gandeng New Hope Fintech, Kemendes Perluas Akses Pembiayaan BUM Desa





