EmitenNews.com - Diastika Biotekindo (CHEK) menghentikan aksi pembelian kembali saham alias buyback. Itu dilakukan setelah menuntaskan buyback maksimal 80 juta eksemplar. Penyerapan saham sebanyak itu dilakukan dengan menggelontor dana sekitar Rp11,98 miliar.

Pembelian kembali saham setara 1,94 persen dari total efek perseroan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia itu, dilakukan dengan harga rata-rata Rp140,95 per eksemplar. ”Transaksi pengakhiran buyback telah dipatenkan pada 18 September 2026,” tegas F.X Yoshua Raintjung Direktur Utama Diastika Biotekindo.

Penghentian program buyback dilakukan karena realisasi pembelian kembali saham telah mencapai target yang direncanakan, dan sebagai bagian dari langkah perseroan dalam mengoptimalkan operasional. ”Penyetopan buyback tidak menimbulkan dampak material terhadap perseroan,” imbuh Yoshua.

Pelaksanaan program buyback telah dilakukan dengan memperhatikan dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undang berlaku bidang pasar modal, termasuk POJK nomor 29 tahun 2023 soal pembelian kembali saham yang dikeluarkan perusahaan terbuka, dan POJK nomor 13 tahun 2023 mengenai kebijakan dalam menjaga kinerja, dan stabilitas pasar modal dalam kondisi pasar berfluktuasi secara signifikan.

Di sisi lain, usai pelaksanaan buyback, saham CHEK langsung menyusuri zona merah. Menyudahi perdagangan Jumat, 18 September 2026, saham CHEK susut 0,77 persen setara 1 poin menjadi Rp129. Sejak awal 2026, saham CHEK susut 19,38 persen alias 31 poin dari edisi 2 Januari 2026 di level Rp160. (*)