EmitenNews.com - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) tancap gas pacu ekspansi setelah membukukan pertumbuhan kinerja dua digit pada semester I 2026. Laba bersih melonjak 27% menjadi Rp262,5 miliar, sementara penjualan tumbuh 23,8% menjadi Rp1,7 triliun.

Memasuki paruh kedua tahun ini, CLEO siapkan ekspansi lebih agresif untuk memperbesar pangsa pasar. Dua pabrik baru di Pontianak dan Pekanbaru dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal IV (Q4) 2026.

Chief Executive Officer (CEO) Sariguna Primatirta, Melisa Patricia mengatakan penguatan distribusi menjadi salah satu strategi utama Perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.

“Untuk memastikan supaya kinerja solid tersebut berlanjut di paruh kedua, CLEO akan semakin agresif untuk bertumbuh melalui berbagai upaya penguatan pangsa pasar,” kata Melisa Patricia dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Saat ini, CLEO memiliki sekitar 11.000 mitra distribusi yang ditopang 500 distribusi internal. Jaringan tersebut menjadi salah satu modal Perseroan untuk memperluas penetrasi produk ke pasar.

Dari sisi kapasitas produksi, CLEO kini memiliki 33 pabrik air minum yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Salah satunya adalah pabrik baru di Palu yang mulai beroperasi pada kuartal III 2026.

Jumlah fasilitas produksi tersebut bakal kembali bertambah pada kuartal IV. Pabrik baru di Pontianak dan Pekanbaru ditargetkan mulai beroperasi pada periode tersebut.

“Angka ini akan segera bertambah, karena pabrik baru di kota Pontianak dan Pekanbaru kami jadwalkan akan bisa mulai beroperasi pada kuartal IV tahun ini,” ujar Melisa.

Ekspansi kapasitas tersebut berjalan beriringan dengan strategi CLEO memperluas distribusi dan mengembangkan produk baru. Perseroan menilai pertumbuhan berkelanjutan membutuhkan ekspansi yang mampu mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen