CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

Manajemen CMNP ketika menggelar paparan kinerja 2024.
EmitenNews.com - Emiten jalan tol milik pengusaha Jusuf Hamka, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), menyampaikan akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp 815,6 miliar.
Manajemen CMNP dalam suratnya yang disampaikan ke BEI menyebutkan langkah buyback saham dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.
CMNP menyebut buyback ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 13/POJK.4/2023 yang mengatur kebijakan stabilisasi pasar modal.
Perseroan berencana membeli kembali hingga 543,7 juta lembar saham, setara dengan 10 persen dari modal disetor penuh.
Pembelian saham akan berlangsung mulai 2 Mei hingga 26 Juni 2025, menggunakan kas internal perusahaan.
CMNP memastikan aksi korporasi ini tidak akan mengganggu kegiatan operasional maupun arus kas perusahaan.
Buyback ini diperkirakan akan berdampak positif bagi pemegang saham. Dengan berkurangnya jumlah saham yang beredar dari 5,43 miliar menjadi 4,89 miliar lembar.
Sementara laba per saham (EPS) akan meningkat dari Rp 166 menjadi Rp 184 per saham, tulis manajemen.
Dari sisi keuangan, total aset CMNP akan mengalami penurunan dari Rp 22,6 triliun menjadi Rp 21,78 triliun, sementara ekuitas berkurang dari Rp 13,88 triliun menjadi Rp 13,06 triliun.
Namun, perusahaan menegaskan bahwa dampak ini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan.
Alasan pembelian kembali saham dapat menstabilkan harga dalam kondisi pasar yang fluktuatif dan juga memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang, di mana saham treasuri dapat dijual di masa yang akan datang dengan nilai yang optimal jika perseroan memerlukan tambahan modal," jelas manajemen CMNP.
CMNP akan menunjuk anggota bursa sebagai perantara dalam proses buyback, yang dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia. Harga pembelian akan menyesuaikan dengan harga pasar, dengan ketentuan tidak lebih tinggi dari harga transaksi sebelumnya.
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar