Dana Investasi Lewat Surat Utang Meledak 5x Lipat di Semester I 2026
:
0
Ilustrasi entitas korporasi tambang memproyeksikan ekspansi lewat investasi eksplorasi pertambangan. Foto: Arsip Petrosea.
EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat penerbitan surat utang korporasi untuk kebutuhan investasi mengalami lonjakan pesat hingga lima kali lipat sepanjang semester I 2026.
Direktur Pemeringkatan Pefindo Hendro Utomo mengatakan, penerbitan surat utang untuk tujuan investasi naik 505,09% year-on-year (YoY) menjadi Rp19,48 triliun. Pada periode sama tahun lalu nilainya tercatat Rp3,14 triliun.
”Di sini terlihat bahwa untuk kebutuhan investasi meningkat cukup signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 lalu. Di tahun 2026 ini ada kebutuhan penggunaan untuk investasi di Rp19,5 triliun dibandingkan tahun lalu di Rp3,14 triliun,” kata Hendro dalam paparannya, Rabu (8/7/2026).
Namun, penerbitan untuk investasi belum menjadi porsi terbesar. Kebutuhan modal kerja masih mendominasi 51,26% dan refinancing sebesar 26,45%.
Penerbitan untuk modal kerja tercatat turun menjadi Rp44,77 triliun dari Rp56,26 triliun. Begitu juga dengan refinancing yang susut menjadi Rp23,10 triliun dari Rp31,49 triliun.
Secara keseluruhan, total penerbitan surat utang turun 3,91% YoY menjadi Rp87,35 triliun dari Rp90,90 triliun.
Rasio penerbitan surat utang terhadap jatuh tempo tercatat 158,2%, lebih tinggi dari 140,3% pada periode sama tahun lalu.
Pefindo juga mencatat penerbitan masih didominasi non-institusi keuangan sebesar 52,9%. Rinciannya, lembaga pembiayaan 23,8%, industri pulp dan kertas 14,7%, perusahaan induk 13,6%, perbankan 13,4%, dan pertambangan 13,3%.
BUMN menerbitkan surat utang senilai Rp16,2 triliun, sementara swasta sebesar Rp62,9 triliun.
Related News
RI-UE Bebaskan Tarif 98% Pos Dagang, Emiten Sektor ini Siap Panen
RI Kejar Target EBT 21%, Jerman Kucurkan 2,3 Miliar Euro
PDB Halal Rp5.000 T, RI Kalah Agresif dari Malaysia
IHSG Loyo 0,37 Persen, PICO Justru Pimpin Top Gainers, Simak!
IHSG Berbalik Merah, BUMI Rajai Transaksi Meski Harga Turun
IHSG Koreksi 0,69 Persen ke 6.480 di Sesi Siang, Sektor Kesehatan Drop





