EmitenNews.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia akan memangkas perusahaan induk, anak, dan cucu BUMN dari 888 perusahaan menjadi kurang dari 200 perusahaan.

Chief Operation Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyebut ada 4 tahapan yang akan ditempuh Danantara dalam pengelolaan BUMN. Yang pertama adalah mengkaji fundamental bisnis dari BUMN-BUMN yang ada.

Dalam tahapan yang sudah rampung Danantara melakukan analisis perkembangan industri, analisis kompetitor, hingga kajian kapabilitas internal yang kemudian dimasukkan ke dalam sebuah matrix.

“888 perusahaan yang ada di induk sampai cucu BUMN yang kita masukkan di dalam matrix industri,” katanya dalam diskusi bersama Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi (IKA Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad), sebagaimana dilansir BUMNtrack, Selasa (24/6/25).

Banyak perusahaan dengan model bisnis yang sama namun tidak kompetitif lantaran ukurannya terlalu kecil. Misalnya, di sektor logistik terdapat 18 perusahaan BUMN, dan terdapat 16 perusahaan asuransi dengan model bisnis serupa.

Kemudian pada tahap kedua, Danantara akan melakukan konsolidasi bisnis (business consolidation) dari hasil kajian dan analisis di tahap pertama. Dia mencontohkan hanya akan ada 1 perusahaan logistik yang besar, kompetitif, mampu bersaing, juga memberikan nilai tambah yang signifikan untuk Danantara.

Danantara, juga akan memangkas perusahaan asuransi BUMN menjadi 3 saja, yakni meliputi life insurance, general insurance, dan credit insurance.

Selain itu, dia mencontohkan BUMN saat ini memiliki 130 hotel yang tersebar di berbagai perusahaan, namun tidak dikelola secara profesional. Nantinya, Danantara akan membentuk 1 holding hotel BUMN sehingga Danantara menjadi operator hotel nomor 2 terbesar di Indonesia.

“Sehingga akan terjadi konsolidasi bisnis dari tadinya 888 perusahaan, kita harapkan nanti menjadi tinggal di bawah 200 perusahaan yang memang kokoh dan kuat,” ungkap Dony.

Menurutnya, konsolidasi BUMN tersebut tidak bisa dilakukan sebelum adanya Danantara karena tidak ada interkorelasi. Melalui kepemilikan terhadap seluruh aset dan dividen BUMN, Danantara Asset Management akan lebih fleksibel melakukan merger dan akuisisi.