EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I Rabu (13/5) di zona merah, tertekan aksi jual pasca rilis MSCI May 2026 Index Review.

Mengacu data RTI Business, IHSG ditutup melemah 124,362 poin atau 1,81 persen ke level 6.734,537. Pada sesi pagi, indeks dibuka di 6.763,945, sempat menyentuh level tertinggi 6.787,345, sebelum tertekan ke level terendah 6.726,575.

Pelemahan terjadi di tengah dominasi saham yang turun. Dari 810 saham yang diperdagangkan, 398 saham melemah, 262 saham menguat, dan 150 saham stagnan. Volume transaksi tercatat 26,134 miliar saham dengan nilai turnover Rp10,278 triliun dan frekuensi 1.476.357 kali transaksi.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia susut menjadi Rp11.865,907 triliun pada penutupan sesi I.

Tekanan pada IHSG datang setelah MSCI mengumumkan pencoretan 6 saham dari MSCI Global Standard Index Indonesia pada Senin (12/5). Perubahan komposisi akan efektif pada 1 Juni 2026, memicu kekhawatiran arus keluar dana asing akibat rebalancing portofolio pasif dan ETF.

Saham-saham eks indeksasi MSCI Global Standard Index Indonesia yakni, TPIA (-14,3%), AMMN (-11,3%), CUAN (-11.1%), DSSA (-10,3%), dan BREN (-8,3%) yang terlempar dari MSCI itu menjadi pemberat utama pasar.

Di jajaran top gainers, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memimpin dengan naik Rp170 atau 4,27 persen ke Rp4.150. Disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat Rp6 atau 2,83 persen ke Rp218, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik Rp15 atau 1,97 persen ke Rp775.