EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjut merosot sebagai dampak pengumumuman hasil evaluasi berkala (Semi-Annual Index Review) periode Mei 2026 oleh penyedia indeks global MSCI, pada Rabu (13/5/2026) dini hari tadi.

Indeks komposit dibuka langsung anjlok dalam ke level 6.763,94 dan berlanjut hingga akhir perdagangan merosot 135,57 poin atau 1,98% ke level 6.723,32. 

Sepanjang hari, IHSG bergerak di kisaran terendah 6.705,48 dan level tertingginya di 6.787,34.

Derasnya aksi jual tercermin pada 416 saham yang anjlok harganya. Hanya 239 saham yang menguat dan sisanya 163 saham stagnan.

Dikutip dari RTI Business app, total volume perdagangan Selasa ini sebanyak 38,94 miliar saham, nilai transaksi Rp19,73 triliun, dan frekuensi 2,29 juta kali.

BRPT dan Big Banks Jadi Penekan, BNBR dan BUMI Melambung

Saham emiten milik pengusaha Prajogo Pangestu yaitu BRPT mencatat nilai transaksi paling tinggi yaitu Rp1,0 triliun. Namun harga sahamnya anjlok 8,77% ke Rp2.080.

Selanjutnya BBCA mencatat nilai transaksi Rp809,1 miliar, harga sahamnya turun 0,41% ke Rp6.100. Saham big bank berikutnya yaitu BMRI catat nilai transaksi Rp809,4 miliar namun harganya turun 0,94% ke Rp4.200 per saham.

Di lain sisi, dua saham big banks yaitu BMRI dan BBCA mencatat nilai transaksi besar namun harganya tertekan. BMRI nilai transaksi Rp935 miliar tapi harga merosot tipis 0,24%. Sedangkan BBCA nilai transaksinya Rp654 miliar dan harganya turun 0,41% ke Rp6.125 per saham. BBRI transaksi Rp487,5 miliar harga merosot 3,11% ke Rp3.120.

Di lain sisi, saham terafiliasi Bakrie Group yaitu BNBR cetak transaksi Rp683,6 miliar dan harga menguat 12,18% ke Rp175 disusul BUMI yang menguat 0,94% dan total transaksi Rp468,1 miliar.