Danantara Terbitkan Global Bond USD1,5 Miliar Setara Rp26,85 Triliun
:
0
Ilustrasi Foto Danantara Indonesia.
EmitenNews.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) sukses menerbitkan obligasi global (global bond) senilai USD1,5 miliar atau setara sekitar Rp26,85 triliun apabila mengacu asumsi asumsi kurs Rp17.900 per dolar AS.
Penerbitan perdana ini turut menarik minat besar investor internasional dengan nilai pemesanan mencapai sekitar USD4,6 miliar atau lebih dari tiga kali nilai emisi.
Keberhasilan tersebut diraih di tengah ketidakpastian ekonomi global, memanasnya tensi geopolitik, serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Minat investor datang dari berbagai kawasan, mulai Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga Asia. Danantara menilai tingginya permintaan ialah soal kepercayaan pasar internasional terhadap prospek dan tata kelola lembaga investasi negara tersebut.
"Antusiasme investor global terlihat dari nilai peak orderbook yang mencapai sekitar USD 4,6 miliar, atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan," tulis Danantara dalam keterangan resmi, Kamis (12/6/2026).
Mengacu dokumen transaksi yang beredar di pasar, Danantara menerbitkan dua seri obligasi masing-masing senilai USD750 juta. Seri pertama bertenor lima tahun dengan yield 5,35 persen, sedangkan seri kedua bertenor 10 tahun dengan yield 5,95 persen.
Tingginya minat investor juga memungkinkan Danantara memperbesar ukuran penerbitan dari rencana awal sekitar USD1 miliar menjadi USD1,5 miliar. Selain itu, perseroan berhasil memangkas tingkat imbal hasil final masing-masing sebesar 35 basis poin dibanding panduan awal.
Danantara menyebut keberhasilan transaksi ini menjadi sinyal positif bagi posisi Indonesia di mata investor global.
"Kepercayaan yang diberikan pasar internasional ini juga diharapkan dapat memperkuat keyakinan investor domestik dan masyarakat luas terhadap kekuatan kerangka institusional Danantara Indonesia," tulis Tim Komunikasi Danatara.
Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk kebutuhan umum korporasi, termasuk mendanai investasi baru serta refinancing atau pembiayaan kembali utang yang telah ada.
Related News
Laba Naik 231 Persen, IDEA Mantapkan Fondasi Pertumbuhan Kinerja 2026
Danamon (BDMN) Guyur Akulaku Rp500M, Perluas Akses Pembiayaan Digital
Fondasi Kuat, Sekuritas Ini Proyeksi Harga TUGU Rp1.700
BBRI Bakal Gelar Buyback, Siapkan Dana Rp500 Miliar
MLBI Bagikan Dividen Final Rp371 per Saham, Gelontorkan Seluruh Laba!
Mundur dari INET, Tongam L Tobing Geser ke Personel Alih Daya (PADA)





