EmitenNews.com - Setelah sebelumnya Sinarmas Sekuritas menaikkan target harga saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) menjadi Rp10.000 per saham dari sebelumnya Rp6.700 dengan tetap mempertahankan rekomendasi buy, kini emiten logistik batu bara tersebut kembali mendapat sentimen positif dari  Ajaib Sekuritas dan Kiwoom Sekuritas Indonesia. Keduanya menilai RMKE berada di jalur pertumbuhan yang solid, seiring menguatnya visibilitas pendapatan dan akselerasi laba yang diproyeksikan terjadi mulai 2026.

Ajaib Sekuritas dalam laporan terbarunya reiterasi rekomendasi buy untuk RMKE dengan target harga dinaikkan menjadi Rp12.000 per saham dari sebelumnya Rp7.600. Dengan harga terakhir di kisaran Rp7.875, potensi upside yang ditawarkan mencapai sekitar 52,4%. Ajaib menilai RMKE siap melakukan ekspansi kapasitas secara modular, dari sekitar 20 juta ton per tahun (MTPA) saat ini menuju 28 MTPA pada 2027 dan 30–40 MTPA pada 2030, tanpa lonjakan belanja modal yang agresif.

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas juga memberikan rekomendasi buy dengan target harga 12 bulan di level Rp13.100 per saham, mencerminkan potensi kenaikan sekitar 50% dari harga terakhir Rp8.650. Kiwoom menyoroti model bisnis RMKE yang berbasis kontrak jangka panjang sebagai faktor utama yang memberikan visibilitas pendapatan tinggi, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain logistik batu bara terintegrasi.

Kedua sekuritas sepakat bahwa katalis utama pertumbuhan RMKE datang dari lonjakan volume logistik dan operating leverage yang kian optimal. Kiwoom memproyeksikan pendapatan RMKE pada 2026 mencapai sekitar Rp3,64 triliun atau tumbuh lebih dari 100% secara tahunan, dengan laba bersih diperkirakan melonjak hampir 190% menjadi Rp665 miliar. EBITDA juga diperkirakan meningkat signifikan seiring kontribusi kontrak baru serta kenaikan tarif jasa logistik.

Optimisme terhadap RMKE juga sejalan dengan sentimen eksternal di sektor batu bara nasional. Adanya rencana penerapan larangan angkutan batu bara di jalan umum pada 2026 berpotensi mengalihkan volume logistik dari jalur darat ke jalur rel dan pelabuhan khusus. Dalam hal ini, RMKE diuntungkan sebagai salah satu penerima manfaat utama karena memiliki infrastruktur rail based logistics yang sudah mapan serta jaringan terminal yang terintegrasi.

Dengan neraca yang dinilai semakin kuat, leverage yang masih moderat, serta visibilitas pendapatan yang tinggi, profil risk reward RMKE dianggap semakin atraktif.  Saham RMKE dinilai masih memiliki ruang penguatan lanjutan, khususnya menjelang periode akselerasi kinerja yang diproyeksikan mulai 2026. (*)