Dari Desktop ke Smartphone: Transformasi Trading di Asia Tenggara
:
0
ilustrasi aplikasi trading justmarkets. DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -Industri keuangan di Asia Tenggara tengah mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya Singapura menjadi pusat utama, kini pertumbuhan pesat justru datang dari pasar berbasis teknologi seperti Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Menurut VSDC, di Vietnam jumlah akun trading sekuritas domestik telah mencapai 12,26 juta per Februari 2026 .
Cara orang melakukan trading pun ikut berubah. Dulu aktivitas ini identik dengan penggunaan komputer atau terminal desktop. Sekarang, semuanya bisa dilakukan langsung dari smartphone. Peningkatan penggunaan internet mobile, harga perangkat yang semakin terjangkau, serta koneksi yang semakin stabil menjadi faktor utama di balik perubahan ini.
Meski Singapura dan Malaysia masih unggul dalam adopsi fintech, negara seperti Indonesia dan Vietnam menunjukkan kecenderungan yang lebih kuat terhadap penggunaan platform mobile sebagai pilihan utama.
Di sisi lain, literasi keuangan di kawasan ini juga terus meningkat, terutama di kalangan anak muda. Di Filipina, misalnya, sekitar 26,5% investor ritel berusia 18–29 tahun. Sementara di Indonesia, lebih dari setengah dari total 16,2 juta investor merupakan generasi di bawah 30 tahun.
Apa yang Mendorong Pertumbuhan Trading Mobile?
Ada beberapa faktor yang membuat trading melalui smartphone semakin diminati: Diantaranya lebih mudah diakses – tidak membutuhkan modal besar atau perangkat khusus. Respons cepat eksekusi instan dan update real-time membantu pengambilan keputusan. Fitur semakin lengkap – mulai dari grafik, indikator, hingga bantuan AI untuk analisis dan dukungan lokal – tersedia metode pembayaran dan bahasa yang sesuai dengan pasar masing-masing
Dengan berbagai kemudahan ini, trading kini bisa dijangkau oleh lebih banyak orang, tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu.
Broker juga memegang peran penting dalam mendorong tren ini. JustMarkets, misalnya, menghadirkan berbagai fitur yang mendukung kebutuhan trader di kawasan: Integrasi grafik TradingView untuk analisis yang lebih mendalam. Eksekusi trading yang cepat dan stabil. Leverage hingga 1:3000 dan Layanan yang disesuaikan dengan pasar lokal, termasuk metode pembayaran dan dukungan 24/7. Melalui layanan ini, trader dari berbagai level bisa mengakses pasar dengan lebih fleksibel sesuai kebutuhan mereka.
Di Asia Tenggara, trader kini semakin mengandalkan perangkat mobile dan teknologi. Di Thailand, misalnya, trading online sudah menyumbang sekitar 24,61% dari total aktivitas bursa, dengan lebih dari 6,8 juta akun aktif.
Menariknya, banyak trader tidak hanya fokus pada trading sebagai aktivitas utama. Mereka juga menggabungkannya dengan kegiatan lain seperti bisnis atau pekerjaan freelance, sehingga trading menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih fleksibel.
Related News
IHSG Ditutup Anjlok ke 6.318, Saham Emiten Prajogo Berdarah-Darah
BEI Ungkap Pasar Modal Syariah Kini 70 Persen dari Total Pasar Saham
Perkuat Akses Investasi, SetiabudiInvest Gandeng Bahana Sekuritas
Ekspor Hasil Sumber Daya Alam Kini Hanya Lewat BUMN
IHSG Sesi Siang (20/5) Melemah Tipis 0,6 Persen ke Level 6.332
Saham Big Caps Komoditas Langsung Anjlok Merespons Pidato Prabowo





