IHSG Sesi Siang (20/5) Melemah Tipis 0,6 Persen ke Level 6.332
:
0
IHSG Sesi Siang (20/5). Foto: EmitenNews/Akhmad Jiharka.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan sesi siang Rabu, 20 Mei 2026.
Pada pukul 12.03 WIB, IHSG berada di level 6.332,179, turun 38,500 poin atau 0,60% dibandingkan penutupan sebelumnya. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.459,556 dan terendah 6.215,562.
Tekanan jual masih mendominasi pasar. Sebanyak 521 saham melemah, 165 saham menguat, dan 128 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp13,677 triliun dari volume perdagangan 27,555 miliar saham.
Pelemahan dipimpin sektor Basic Materials yang anjlok 4,14% ke 1.655,91, dipicu koreksi saham-saham komoditas pasca pengumuman Presiden Prabowo Subianto terkait peraturan tata kelola ekspor sumber daya alam.
Sektor Transportation & Logistic juga tertekan 4,12% ke 1.800,14, diikuti Energy yang melemah 2,76% ke 3.015,61. Sektor lain yang turun antara lain Properties & Real Estate 1,25%, Consumer Cyclical 1,25%, Technology 0,86%, Healthcare 0,64%, Industrials 0,41%, dan Infrastruktur 0,11%.
Di sisi lain, sektor Financials menguat 0,35% ke 1.309,94, dan Consumer Non-Cyclicals naik tipis 0,17% ke 695,80. Indeks LQ45 menguat tipis 0,04% ke 635,05.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berada di level Rp11.001,660 triliun. Di tengah pelemahan pasar, saham PT Inter-Delta Tbk (INTD) memimpin top gainers dengan naik 20,00% ke Rp276, diikuti PT Mega Perintis Tbk (ZONE) menguat 17,65% ke Rp400, dan PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) naik 15,89% ke Rp1.495.
Sementara pada top losers, saham-saham terboncos yakni, PT Pakuan Tbk (UANG) turun 14,83% ke Rp2.240, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) melemah 14,80% ke Rp2.820, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 14,74% ke Rp2.660.
Related News
Ekspor Hasil Sumber Daya Alam Kini Hanya Lewat BUMN
Saham Big Caps Komoditas Langsung Anjlok Merespons Pidato Prabowo
SpaceX Pilih Goldman Sachs Sebagai Penjamin Emisi Utama IPO
IHSG Lanjut Drop 1,22 Persen, Menanti Sejumlah Keputusan Penting
IHSG Tertekan, Investor Tahan Diri
IHSG Tergantung Defisit APBN, BI Rate, dan Depresiasi RupiahÂ





