Dari Lampu hingga Mobil Listrik, Ini Cara Hemat Energi Ala Bahlil
:
0
|
:
218
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia
EmitenNews.com - Efisiensi energi kini menjadi perhatian utama pemerintah, bukan hanya untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional, tetapi juga sebagai langkah nyata menekan dampak lingkungan. Dari kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu saat tidak digunakan hingga peralihan ke kendaraan listrik, pemerintah ingin budaya hemat energi menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Ajakan itu kembali ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang mengingatkan pentingnya penggunaan energi secara bijak, baik di lingkungan kantor maupun rumah tangga. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten bersama-sama.
Bahlil Lahadalia tak segan menyampaikan pesan langsung kepada pegawai di lingkungan kementerian. Dalam salah satu kesempatan, ia mengingatkan agar pegawai tidak lupa mematikan lampu ketika aktivitas kantor selesai.
“Kalau sudah tidak ada tamu dan mau pulang, jangan lupa matikan lampu,” ujar Bahlil seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Minggu (12/4/2026).
Tak hanya soal listrik, ia juga mendorong pemanfaatan kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Menurutnya, penggunaan mobil listrik dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar minyak sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih.
Selain perubahan perilaku individu, pemerintah juga mengarahkan efisiensi melalui kebijakan yang lebih luas, termasuk penerapan skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini ditujukan untuk menekan mobilitas harian sehingga konsumsi BBM dapat dikurangi, sekaligus meningkatkan efisiensi energi nasional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat transisi energi bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Namun, sektor energi tetap dikecualikan dari kebijakan WFH karena memiliki fungsi vital dalam menjaga pasokan dan pelayanan energi agar tetap berjalan optimal.
Dengan kombinasi perubahan perilaku masyarakat dan kebijakan struktural, pemerintah berharap efisiensi energi tidak hanya menjadi slogan, tetapi berubah menjadi budaya nasional yang berkelanjutan.
Related News
Wayang Art di Tengah Gempuran Industri Modern
Lebih Proaktif, Negeri Jiran Ini Perpanjang Kampanye Visit Malaysia
Ini Alasan Kenapa Sebaiknya Tidak Menambah Risiko Pada Portofolio Anda
Toyota Taklukan Ford di Pasar Mobil Listrik AS
Simak! Michael Yeoh Beber Konsep Container Money
Chery QQ3 EV Pesaing BYD Atto 1 Resmi Diluncurkan, Harga Rp130 Jutaan





